Advertorial Daerah Kegiatan

Pakai Android, Ujian Sekolah Semakin Ketat dan Bermutu

MAGELANG – Meskipun telah menjadi kegiatan rutin tahunan, namun Ujian Sekolah (US) ISMUBA berbasis android di SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah semakin ketat dan bermutu.

Demi menghindari kebocoran, soal-soal US hanya bisa dibuka peserta ujian di saat berlangsung ujian. Soal US ISMUBA meliputi pelajaran Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab.

Ketua Panitia Ujian, Nunik Listyaningrum, S.Pd mengatakan, tahun ini US di sekolahnya diikuti 125 peserta kelas XII. Kegiatan US berlangsung pukul 07.30-11.00 pada Senin-Rabu, 9-11 Maret 2020. Dikatakan Nunik, ISMUBA menjadi program ciri khusus dan membedakan SMK ini dengan sekolah lain.

“Karena dalam ISMUBA terkandung materi Aqidah, Akhlak, Tarikh, Ibadah/Fiqih, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab, dan Al-Quran Hadits,” kata Nunik.

Nunik menuturkan kegiatan rutin tahunan yang melibatkan seluruh aspek civitas akademika sekolah dilaksanakan menyesuaikan jadwal dari pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Tahun ini merupakan tahun ke-4 sekolahnya melaksanakan ujian berbasis android.

“Hal ini dilaksanakan sebagai inovasi dalam bidang teknologi berkaitan dengan pembelajaran di sekolah,” tuturnya.

Nunik mengungkapkan memang untuk menghindari kebocoran soal, maka soal di-setting hanya dapat dibuka saat pelaksanaan saja. Caranya melalui aplikasi yang sudah diinstal di smartphone para peserta ujian.

Sedangkan bagi peserta yang tidak memiliki smartphone atau smartphone-nya tidak mendukung, disediakan laboratorium komputer sekolah untuk mengerjakan ujian.

Selanjutnya Nunik mengatakan kegiatan US ini berlangsung lancar. Dikatakan Nunik, para peserta US mampu berpikir mandiri dan tidak banyak bertanya. Karena sistem tampilan soal diacak, sehingga meminimalisir peserta sering bertanya.

“Hal ini juga mengetes kompetisi dan sportivitas peserta dalam menyelesaikan ujian sekolah dengan baik dan lancar,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Atiningsih, S.Pd sangat mendukung kegiatan ini sehingga tercipta suasana ujian yang kondusif. Dengan fasilitas yang memadai dan aplikasi teknologi menjadikan ujian sekolah semakin ketat dan berkualitas.

Atiningsih juga mengapresiasi kinerja panitia ujian sehingga kegiatan tahunan tersebut berjalan dengan baik, aman dan lancar.

“Ujian berbasis android ini adalah himbauan dari pusat, sehingga kami melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh panitia juga para guru yang sudah mendukung dengan baik dan optimal,” katanya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?