Nasional

Cegah Virus Corona di Sekolah, Paling Efektif Terapkan PHBS

JAKARTA - Beberapa hari ini virus corona santer diobrolkan masyarakat. Termasuk di dunia pendidikan. Guna melakukan pencegahan terhadap tertularnya virus tersebut di antaranya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

GM Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Yenny Purnamasari menyatakan pencegahan yang paling efektif adalah menerapkan pola tersebut. Pencegahan spesifik yang dapat dilakukan hindari kontak langsung tanpa terproteksi dengan orang sakit dan satwa liar.

Dinyatakan, banyak yang merasa khawatir dan takut berlebihan dengan adanya virus corona. Virus hanya bisa berkembang pada tubuh dengan daya tahan tubuh rendah. “Karena itu, banyak makan yang sehat dan penuhi nutrisi tubuh dan perbanyak olahraga. Sehingga kondisi tubuh terus fit,” tandasnya.

Menurutnya, wabah virus corona menjadi penyadaran kepada masyarakat, bahwa PHBS tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari dan perlu terus dikampanyekan kepada khalayak luas. Kesadaran masyarakat ini tidak saja akan mencegah covid 2019. Tapi juga banyak penyakit lain yang bisa dicegah, seperti penyakit TBC, penyakit tidak menular dan lainnya.

“Virus corona merupakan varians baru yang berbeda dari MERS-CoV dan SARS-CoV. Termasuk virus RNA yang bereplikasi pada sel hidup, melalui reseptor sel epitel paru, mukosa hidung dan mulut serta usus halus. Sehingga disebut juga zoonosis atau virus yang menyebar dari hewan ke manusia dan dapat terjadi juga penularan antar manusia dengan kondisi tertentu," jelasnya.

Gejala yang muncul (Common Human Corona symptoms) adalah demam, bersin, nyeri tenggorokan, sakit kepala, sesak nafas, letih lesu dan diare.Selain itu, kasus yang berat menunjukan gejala SARI (Severe Acute Respiratory Infection) seperti pneumonia.

Masa inkubasi virus ini dari terinfeksi sampai menimbulkan penyakit selama 2-14 hari, peneliti di China menyebutkan sampai dengan 24 hari.WHO telah menetapkan keadaan tersebut sebagai Situasi Darurat Global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

PHEIC diartikan sebagai peristiwa luar biasa yang menjadi risiko kesehatan publik bagi negara lain melalui penyebaran penyakit internasional serta memerlukan respons internasional yang terkoordinasi.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan di semua negara diperlukan. Masyarakat perlu di edukasi dan disosialisasikan informasi yang benar dan cara pencegahan yang tepat. Agar tidak ada kepanikan berlebihan tetapi tetap waspada dan dapat mencegah penyebaran virus ini.

Dompet Dhuafa juga menghimbau kepada masyarakat jika ingin mengetahui dan memiliki informasi tentang Covid-19, dapat menghubungi layanan hotline KLB Kementerian Kesehatan. Telephone (021) 521-0411 & 0812-1212-3119 atau melalui layanan WhatsApp 0877-7759-1097. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?