Daerah

SMK Penerbangan Aceh Diusulkan Jadi SMK Penerbangan Regional Sumatra

ACEH - SMK Penerbangan Aceh diusulkan menjadi SMK Penerbangan Regional Sumatra kepada pemerintah pusat melalui dukungan Komisi X DPR RI. Dokumen usulan pengembangannya sudah diserahkan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh ke komisi tersebut yang kunjungan kerja (kunker) di Aceh, Jumat (28/2/2020).

Dokumen usulan disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fitri kepada Ketua Rombongan Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, di halaman SMK Penerbangan Aceh.

“Kalau ingin menjadi SMK Penerbangan regional, semoga Mas Menteri juga menerima,” kata Fikri Faqih.

SMK Penerbangan Aceh merupakan sebuah sekolah vokasi kedirgantaraan di ujung barat Indonesia. Saat ini, sekolah yang memiliki tiga jurusan tersebut menampung lebih dari 500 taruna dan taruni. Mereka dididik untuk siap masuk ke dunia industri dirgantara.

SMK Penerbangan Aceh yang berada di Aceh Besar ini telah meluluskan 735 siswa dalam tujuh angkatan. Mayoritas lulusan bekerja di industri penerbangan nasional mulai dari daerah sekitar seperti Batam, hingga perusahaan penerbangan di Pulau Jawa.

Sedangkan sebagian lagi melanjutkan pendidikan ke universitas maupun sekolah tinggi kedirgantaraan di nusantara.

SMK Penerbangan Aceh berdiri di atas lahan seluas 26,7 hektar, yang masih dalam tahap pengembangan. Sejak 2019, SMK Penerbangan Aceh telah menyelesaikan pembangunan hanggar dengan kapasitas tiga pesawat, untuk tempat praktik para siswa.

Namun demikian, hingga prosesi serah terima berlangsung, pesawat-pesawat ini masih berada di dalam lingkungan bandar udara Sultan Iskandar Muda, Aceh. Rencananya, ketiga pesawat akan dipindah ke SMK Penerbangan Aceh dalam waktu dekat untuk peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami yakin hari ini akan tercatat sebagai sejarah, bahwa SMK ini jadi SMK terbaik di bidang penerbangan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Rachmat Fitri.

Banyaknya lulusan SMK Penerbangan yang bergabung dengan industri penerbangan sejalan dengan program pengembangan pendidikan vokasi yang sedang gencar dilakukan oleh Kemendikbud.

Untuk itu, besar harapan dari Dinas Pendidikan dan pihak SMK Penerbangan Aceh agar usulan pengembangan menjadi SMK Regional Sumatra ini dapat diterima dan ditindaklanjuti.

“Aceh salah satu penggerak pertama industri kedirgantaraan Indonesia. Dan SMK ini akan jadi SMK kedirgantaraan yang terbaik,” kata Rachmat Fitri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, beberapa waktu lalu pernah menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan vokasi harus berstandar industri.

“Pendidikan vokasi berstandar industri, kami setuju,” tutur Nadiem. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?