Daerah

Unimed Gandeng BNN Berantas Narkona di Lingkungan Pendidikan

MEDAN - Universitas Negeri Medan (Unimed) kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara. Kerja sama ini untuk membangun dan menciptakan generasi muda yang unggul, berprestasi dan bebas dari narkoba.

“Tentunya kerjasama dan kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pemberantasan narkoba di lingkungan pendidikan,” kata Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) oleh Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes dan Kepala BNN Provsu Brigjenpol Drs. Atrial, SH di Ruang Sidang A lantai III Gedung Pusat Administrasi Unimed, Senin (17/2/2020).

“Untuk itu perlu upaya nyata untuk menghindarkan generasi muda dari pengaruh narkotika dengan memberikan konseling, meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat maupun kegiatan-kegiatan yang mengedukasi anak-anak milenial,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan tentang Program Eduda. Eduda untuk menyesuaikan tuntutan zaman revolusi industri 4.0, salah satu isunya internet of things, digital age, AI, collaboration dan big data.

“Kita harus memanfaatkan internet untuk memudahkan kerja,”singkatnya.

Dijelaskan, Program Eduda adalah aplikasi yang dirancang berbasis digital bagi guru, konseler, siswa dan orang tua. Sehingga, guru bisa memantau peserta didik dalam pelajaran dan bisa memberikan pendidikan tentang bahaya narkoba sehingga para siswa bisa terhindar dari bahaya narkoba.

“Sedangkan untuk mahasiswa Unimed bisa membuat kesadaran semangkin meningkat, khususnya mahasiswa program studi bimbingan konseling dan bisa diefektifkan kepada remaja di lingkungan tempat tinggalnya untuk bisa menghindari bahaya narkoba,” ujar Rektor Unimed.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan se-lingkungan Unimed, Ketua LPPM dan Ketua LPPMP.

Sementara, Kepala BNN Provsu Drs. Atrial, SH mengatakan sesuai pernyataan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo bahwa Indonesia darurat Narkoba.

“Menyikapi pernyataan tersebut salah satu kegiatan kita melalukan kerjasama dengan Unimed dengan program Education of Drugs Adversity (Eduda),” tandasnya.

Seperti diketahui, lanjutnya, pembangun negeri dari sekolah dimulai dari program eduda yang dirancang oleh tim sangat tepat membantu pelaksana pendidikan berperan sesuai dengan tuntutan teknologi.

Semua pihak orang tua, guru, dan teman siswa dapat melaksanakan peran pendidik dimana saja kapan saja. Proses pendidikan berlangsung dengan bantuan handphone android tidak ada lagi pembatas waktu dan tempat untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik.

“Dengan program Eduda bisa mencegah dan berharap mahasiswa dan mahasiswi Unimed tidak terlibat dengan narkoba, kemudian tanpa narkoba mahasiswa dan mahasiswi Unimed bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu,” tegasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?