Pengenalan profesi Polisi kepada anak didik TK IT Zaid Bin Stabit 3 Borobudur | foto : TK IT Zaid Bin Stabit 3 Borobudu

Advertorial Daerah

TK IT Zaid Bin Tsabit 3 Borobudur Kenalkan Profesi Sejak Dini


MAGELANG – Taman Kanak – kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Zaid Bin Tsabit 3 Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengajak anak didiknya ke Polres wilayah setempat dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA). Kegiatan field trip tersebut merupakan bagian dari pembelajaran puncak tema pekerjaan.

“Setiap semester kita ada dua kali kegiatan ke luar atau field trip ke barbagai tempat seperti museum atau mengunjungi home industry. Kali ini temanya pekerjaan dengan sub tema Polisi, agar anak lebih mengenal profesi sejak dini,” kata Kepala Zaid Bin Tsabit 3 Borobudur, Siti Ulfah.

Ditambahkannya, selain untuk pengenalan profesi lebih mendetail lagi, melalui kegiatan seperti ini menjadikan anak lebih akrab dan menghilangkan rasa takut anak pada Polisi.

Biasanya pembelajaran yang dilakukan di sekolah mempunyai batasan, seperti hanya menghadirkan satu Polisi kemudian menerangkan. Hal tersebut dinilai kurang mengena dan guru juga tidak memiliki referensi yang cukup untuk menjelaskan lebih lengkap. Sehingga, pihak sekolah mengajak anak didiknya untuk datang langsung ke markas kepolisian.

Anak – anak diajak untuk meng-explore secara langsung di lapangan dengan apa yang dilihatnya. Selama mengikuti kegiatan, sebanyak 111 anak cukup antusias dan terbilang interaktif dengan adanya tanya jawab.

Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran cita – cita kepada anak, sehingga memotivasi anak untuk berusaha mengejarnya. Ketika anak-anak memiliki profesi yang disukai, maka guru atau orang tua dapat mengarahkan minat dan bakatnya sejak dini.

Perjalanan memang anak masih panjang, namun mengarahkan minat dan bakat anak perlu dimulai sejak dini. Meskipun ada kemungkinan anak-anak mengubah minatnya di tengah perjalanannya. Memperkenalkan berbagai macam profesi tetap dapat membantunya untuk mencari tahu hal yang diinginkan anak.

Salah satu anggota kepolisian Bripda Afrizal Agung Purwoko mengatakan, anak - anak diajak mengelilingi lingkungan Polres dan dikenalkan tentang tugas Polisi, rambu – rambu lalu lintas, ruang tahanan, anjing pelacak, ruang monitor pengawasan CCTV dan pengenalan kendaraan operasional.

“PSA itu program Satlantas, khususnya pada unit Pendidikan dan Rekayasa Arus Lalu Lintas (Dikyasa). Kalau PSA rata – rata untuk Paud TK dan SD kelas 2. Kalau mulai kelas 3 ke atas kita sebut TSM (Transportasi Sehat Merakyat), kita sampaikan menggunakan sepeda untuk bersekolah,” kata Afrizal.

Dijelaskannya, masing – masing ada programnya sendiri – sendiri. SMA atau SMK sederajat ada program Polisi go to school, kalau ke pendidikan tinggi ada Polisi go to kampus. Sedangkan ketika terjun di masyarakat, lebih ke arah pembinaan dan penyuluhan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?