David Suprianti bersama pelatihnya, Jefri saat bersiap latihan Tapak Suci. l foto : Narwan l Siedoo

Advertorial Tokoh

Ketekunan Berlatih Jadi Kunci Keberhasilan David Suprianti


Siedoo, Kesuksesan tak mengkhianati proses. Itulah pepatah yang pas buat David Suprianti. Siswi Kelas X Jurusan OTKP (Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran) SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini telah merasakan buah manis perjuangannya.

Di awal tahun 2020, dia berhasil meraih Juara I Kelas E di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Kabupaten Magelang.

Menurut remaja kelahiran Magelang 24 Maret 2004 ini sebelum menghadapi pertandingan selalu berlatih dengan tekun. Terkadang berlatih bersama Jefri, sang pelatih Tapak Suci di sekolahnya.

“Biasanya saya lakukan usai sekolah dengan jadwal tetap. Menjelang pertandingan bisa latihan setiap hari,” ungkapnya.

Tekun Berlatih dan Jaga Kesehatan

Selain berlatih teratur, penyuka ayam goreng ini tidak lupa menjaga kesehatan dengan makan makanan bernutrisi dan lari untuk membakar kalori. David menyadari olahraga bela diri membutuhkan kondisi kesehatan tubuh yang optimal, sehingga harus makan makanan bergizi secara teratur.

Putri pasangan bapak Miri dan ibu Siyah asal Desa Sengi, Kecamatan Dukun, kabupaten setempat ini pun tetap tidak meninggalkan belajar meski padat latihan Tapak Suci.

David menuturkan ketekunan berlatih menjadi kunci keberhasilan apa pun. Terlebih dalam bidang olahraga pencak silat seperti Tapak Suci yang ditekuninya.

“Tanpa tekun berlatih, mustahil meraih kemenangan dan prestasi,” tuturnya.

Kewaspadaan dan Keselamatan Diri

David Suprianti tertarik dengan Tapak Suci jauh sebelum masuk di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. Diterimanya di sekolah itu, membuatnya langsung menekuni olahraga pencak tersebut. Menurutnya, Tapak Suci menjadi salah satu olahraga warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

“Sehingga saya ingin andil melestarikan olah raga ini. Selain untuk menjaga tubuh tetap sehat, sekaligus mengasah keterampilan membela diri guna kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri. Dengan kata lain untuk antisipasi dari kejahatan yang mengancam diri,” kata gadis penyuka warna biru itu.

David bercita-cita menjadi orang yang berbudi luhur berguna bagi nusa dan bangsa. Dia mengatakan belum punya gambaran ingin melanjutkan studi usai lulus dari SMK nanti.

“Bagi saya, yang utama saat ini adalah belajar tekun untuk prestasi akademik. Dan, selalu berlatih Tapak Suci untuk prestasi lebih tinggi,” pungkasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?