Advertorial Daerah

Ajarkan Cintai Lingkungan Sejak Dini, SD Maarif Terpadu Gunung Pring Adakan Edukasi Reptil

MAGELANG – Sekolah Dasar (SD) Terpadu Maarif Gunung Pring Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggunakan cara lain dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Salah satunya dengan melalui edukasi reptil yang bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan reptil Magelang (Prima).

“Hal ini terinspirasi hewan reptil seperti ular sering banyak ditemui, oleh karena itu dari paguyuban dan sekolah mengadakan edukasi reptil. Hal ini sangat penting untuk siswa dikenalkan hewan reptil sejak dini, agar cinta kepada binatang dan bisa mawas diri ketika berada di suatu lingkungan menemui hewan – hewan tersebut,” kata Kepala SD Terpadu Maarif Gunung Pring, Fitri Hariyanti, S.Pd.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh warga sekolah. Siswa dikenalkan berbagai macam jenis hewan reptil seperti iguana dan berbagai macam jenis ular yang mempunyai tingkatan bisa mematikan, menengah dan tidak berbisa.

“Harapan saya siswa bisa cinta dengan lingkungan, tidak takut dan tidak jijik dengan ular. Edukasi reptil juga berkaitan dengan pembelajaran IPA,” imbuhnya.

Para siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, karena hal tersebut merupakan cara pembelajaran yang menarik bisa melihat langsung dan berinteraksi dengan hewan reptil.

Salah satu anggota Prima Petra Harfanto menerangkan, kami mengenalkan ular yang berbisa dan tidak kepada siswa, cara penanganan jika tergigit ular berbisa dan cara berinterakasi dengan ular.

“Hal yang pasti ketika kita tergigit ular berbisa itu tidak boleh panik, lalu percayakan penanganan kepada ahli medis daripada ke pawang ular atau ke dukun. Misal bertemu ular berbisa dan jaraknya terlalu dekat, kita diam saja dan jangan membuat gerakan mendadak. Kalau ularnya sudah tenang, kita tinggal pergi dan jangan kita bunuh,” kata Petra.

Ditambahkannya, tidak sedikit orang jika bertemu dengan ular langsung dibunuh. Padahal tindakan tersebut termasuk merugikan lingkungan hidup, karena ular cukup berjasa membantu petani karena memangsa hama tani seperti tikus.

Edukasi tersebut juga memberikan materi terkait jenis ular dan efek racunnya, karena setiap ular berbisa mempunyai efek bisa yang berbeda dan cara penanganan untuk antivenom yang diberikan kepada korban juga berbeda, disesuaikan dengan jenis racun ular. Jika tidak memahami jenis dan racun ular, maka dapat beresiko salah memberikan antivenom dan mempunyai dampak yang fatal.

Selain itu, untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, sebaiknya rumah rajin untuk dibersihkan. Rumah yang kotor, berantakan dan lembab sangat identik dengan tempat tinggal tikus. Selain karena habitat ular yang semakin tergerus oleh menusia, hal tersebut mengundang ular masuk ke dalam rumah untuk mencari mangsa, terutama tikus. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?