Advertorial Daerah

SMA Ihsanul Fikri Pabelan Gelar Festival IF, Tonjolkan Budaya Bangsa

MAGELANG – Sekolah Menengah Atas (SMA) Ihsanul Fikri Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengadakan Festival IF Adikarya 2020 selama dua hari. Hal ini tidak lain untuk mengangkat budaya bangsa. Siswa kelas XI sebagai panitia untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Ini persembahan dari kami siswa kelas XI kepada Ihsanul Fikri, lalu acara kami berlangsung dua hari. Ada Festival IF competition (1/2/2020). Didalamnya ada lomba baris berbaris tingkat SMP dan SMA sederajat se-Jawa dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Selain itu juga ada lomba nasyid,” kata ketua panitia, Muhammad Hanif Al Farisi.

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan satu generasi atau satu angkatan kelas. Didalamnya terdapat konsep dengan unsur nguri-uri budaya yang ditonjolkan. Seluruh kegiatan dikoordinasi sepenuhnya oleh siswa, guru hanya sebagai pengarah dan memberikan bimbingan.

Pada hari pertama bertemakan Budaya Dalam Perspektif Islam dan diadakan Tabligh Akbar dengan mengundang Ustadz Berri El Makky founder of Rill Hijrah. Kemudian dilanjutkan konser amal untuk Palestina.

Acara di hari selanjutnya (2/2/2020) bertemakan Pentingnya Menjaga Kemurnian Budaya Positif Bangsa Indonesia di Era Milenial. Lalu diadakan seminar converence diisi dua pemateri, di antaranya Muhammad Assad, M.Sc. Ia menyampaikan tentang bagaimana kesuksesan yang dicapai pada zaman milenal saat ini.

Pemateri kedua ialah Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh yang menyampaikan tentang membangun mimpi untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa pemuda dapat menunjukkan karyanya.

“Tujuan diadakannya seminar ini untuk khalayak ramai bahwa SMA IT Ihsanul Fikri memiliki andil kepada bangsa dan negara, dalam hal membudayakan bangsa Indonesia, melalui karya-karya pemuda. Kami mengangkat tema karya seorang pemuda yang membudayakan budaya negaranya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.700 peserta yang juga turut dihadiri alumni dan masyarakat sekitar Magelang. Terdapat stand kuliner yang disewakan kepada pihak luar untuk menggelar barang dagangannya, terkesan menambah ramai suasana kegiatan.

“Setelah seminar kami ada aksi sosial, para panitia atau santri akan terjun ke desa sekitar lingkungan sekolah. Kami mengunjungi rumah warga untuk membagikan sembako. Pada waktu malamnya, kami ada pemutaran film dan penampilan seperti dramatical dari panitia sebagai bagian closing atau penutupan dari acara,” imbuhnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?