Advertorial Daerah

Persiapan Pameran Seni, Sekolah Limpahkan ke Siswanya

MAGELANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Magelang, Jawa Tengah bersiap mengadakan pameran seni. Kegiatan tersebut dilimpahkan ke siswanya. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan 1 - 2 Februari mendatang, namun persiapan sudah mulai dilakukan sejak awal bulan ini.

“Ini termasuk materi pelajaran. Siswa setiap kelas membuat proposal pameran untuk dipresentasikan dan jumlah anggarannya saya tahu. Tujuaannya agar guru bisa ikut mengendalikan siswa dalam menggunakan uang. Proposal itu juga dinilai,” kata Guru Lukis, Yuniar Sofiana, S.Pd, Senin (27/1/2020).

Dipaparkannya, seni yang pamerkan meliputi seni murni dan seni terapan. Seni murni merupakan seni yang hanya bisa dinikmati tapi tidak bisa dipakai seperti seni lukis. Sedangkan seni terapan merupakan seni yang bisa dipakai atau difungsikan selain untuk dinikmati kenindahannya. Benda yang tergolong seni terapan seperti gantungan kunci atau tempat buku.

“Nanti sekitar ada ribuan karya. Satu kelas saja akan memamerkan sekitar seratus karya siswa. Selain pemeran juga akan ada pagelaran dan pentas,” imbuhnya.

Sekolah memberikan media berekspresi bagi siswa dan ternyata siswa mampu melakukannya. Semua siswa bergotong royong dalam menghias kelas, dilakukan saat usai kegiatan belajar mengajar.

“Kita memberi ruang mereka untuk berekspresi itu juga ada batas – batasannya, tidak bablas. Efeknya cukup banyak. Siswa bisa belajar berkoordinasi, berorganisasi, belajar memimpin dan manajamen. Pendidikan karakternya masuk semua itu,” terangnya.

Dirinya menegaskan, tugas guru pada event  ini murni hanya mengarahkan, membimbing, dan menginspirasi.

Salah satu siswa kelas 9 Lilik Hendriawan mengatakan, setiap kelas dilombakan dalam menghias kelas. Dirinya bersama teman satu kelasnya mengumpulkan uang pribadi untuk biaya menghias kelas, sekaligus untuk biaya konsumsi dalam proses pembuatan.

“Kami menghias kelas dengan konsep campuran klasik Jawa dan modern. Kegiatan seperti ini bisa mendapatkan pengalaman dan bisa untuk diceritakan. Kami merasa senang dalam mengerjakan,” kata Lilik. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?