Nasional

UIN Malang Layak Menjadi Perguruan Tinggi Unggul

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) M. Nur Kholis Setiawan berharap Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang harus meningkatkan diri menjadi service university. Tidak hanya research university dan entreprener university.

Service university lanjut Nur Kholis, meniscayakan melakukan pelayanan secara exelent dalam tata kelola perguruan tinggi, baik secara manual maupun online. Pemanfaatan media sosial adalah salah satu bentuk service university.

“Di era teknologi informasi media sosial harus dikuasai untuk menajwab persoalan-persoalan bangsa terutama deradikalisasi," papar Dewan Pengawas UIN Maliki Malang ini, di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan UIN Maulana Malik Ibrahim layak menjadi perguruan tinggi yang unggul.

“Sudah saatnya berusaha masuk 1.000 top universitas tingkat dunia, yang diindikasikan dengan reputasi kelembagaan, jumlah mahasiswa asing, dan adanya kelas internasional," terangnya.

Selain itu, Kamarudin juga berharap UIN berupaya menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH) dengan prodi terakreditasi A harus 80%. Karena itu, perlu lembaga yang memediasi alumni dengan dunia industri dan optimalisasi alumni untuk mendukung pengembangan kampus.

Kamarudin berharap jumlah mahasiawa asing bisa terus bertambah hingga mencapai 5%. Demikian juga partisipasi dosen asing dengan memanfaatkan program Senior Expert Service (SES).

“Mahasiswa asing bisa menjadi branding UIN Malang dan ini bisa di tempuh dengan kerjsama degan kedutaan," lanjut Kamar.

Kamarudin juga menekankan UIN Malang mewujudkan smart class dengan layanan teknologi informasi yang lengkap.

“Dengan optimalisasi IT maka UIN dapat membuka perkuliahan berbasis IT. Karenanya perlu kerja sama dengan perguruan tinggi di Luar Negeri ternama," lanjutnya.

Rektor UIN Malang Abdul Haris mengaku UIN Malang baru saja mendapat Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) dari Saudi Fund for Development (SFD) senilai lebih kurang Rp 1 triliun.

Abdul Haris yakin bisa mewujudkan harapan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama yang juga sebagai Dewan Pengawas.

“Kami punya tekad dan komitmen kuat untuk mengembangkan kampus menjadi world class university dan menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Haris. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?