Advertorial Daerah

SMPN 3 Kota Magelang Samakan Persepsi Pendidikan dengan Wali Murid

MAGELANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan pertemuan wali murid kelas 9 dan guru dan komite sekolah, baru-baru ini. Pertemuan tersebut untuk penyampaian informasi tentang persiapan siswa dalam menghadapi ujian nasional, kedisplinan dan persiapan pameran di sekolah.

“Intinya untuk persiapan ujian nasional agar siswa bisa belajar lebih baik. Saya menyampaikan tambahan tentang kedisplinan di sekolah. Sebelumnya saya bertemu dengan Kepala Didsikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Magelang tentang kerawanan di kota. Saya diperintahkan kepala sekolah untuk menyampaikan itu kepada orang tua,” kata Waka kesiswaan, Johan Fitriyanto, S.Pd.

Dirinya menyampaikan kepada wali murid, terkait dengan masalah kedisplinan siswa bahwa pergaulan remaja perlu diperhatikan. Ada beberapa hal penting diantaranya tentang bahaya pengaruh narkoba. Mengingat Jawa Tengah merupakan pasar narkoba yang cukup besar yang menduduki peringkat ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Hal tersebut membuat kalangan orang tua harus selalu waspada dan lebih peduli terhadap pergaulan anaknya. Tidak hanya narkoba, namun penyalahgunaan obat untuk ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) juga menjadi masalah yang serius.

“Oleh karena itu, kepada para orang tua harus lebih waspada untuk mengecek isi tas anaknya di rumah. Kalau tidak dilakukan seperti itu, maka tidak ada pengawasan dalam keluarga dan anak bisa dengan leluasa memasukkan barang apapun ke dalam tasnya tanpa diketahui,” tuturnya.

Ditambahkannya, pengaruh rokok juga penting untuk diwaspadai, karena bisa jadi awal masuknya pengaruh narkoba.

“Misal ada orang tua yang memperbolehkan, tapi di sekolah sebagai lingkungan pendidikan tetap tidak diperbolehkan. Kami tetap anggap sebagai suatu pelanggaran jika di lingkungan sekolah. Kami juga sudah mengingatkan bahwa rokok tidak untuk dikonsumsi anak-anak,” tandasnya.

Kemudian minuman keras juga bisa membahayakan mental dan fisik siswa. Jika sudah kecanduan, maka siswa akan menjadi malas dan tidak fokus untuk belajar. Bahkan, bisa berani dengan guru dan orang tua.

Dipaparkannya, pihak sekolah melakukan upaya untuk mencegah kenakalan remaja di sekolah. Upaya yang sudah dilakukan melalui kegiatan rohani seperti gerakan literasi kitab suci untuk semua agama. Melalui kegamaan diharapkan mampu membentengi dari pengaruh-pengaruh buruk.

“Tentunya tidak hanya sepihak dari sekolah saja, namun juga butuh dukungan wali murid di rumah. Wali murid diharapkan jangan hanya pasrah kepada sekolah saja, tetapi juga diharapkan untuk pro aktif mengawasi putra putrinya seperti dengan siapa saja berteman,” paparnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?