Advertorial Daerah

MA Al-Iman Peduli Kelanjutan Pendidikan Siswa, Bantu Ali yang ke Sekolah Jalan Kaki

MAGELANG – Madrasah Aliyah (MA) Al-Iman Kota Magelang, Jawa Tengah memperjuangkan kelanjutan pendidikan siswanya. Diantaranya langkahnya membantu siswa kurang mampu yang mengalami kendala finansial. Kendala yang menghambat pendidikan dicarikan solusinya.

“Madrasah ini sangat peduli terutama terhadap siswa yang kekurangan biaya. Hal yang paling pokok bagi kita adalah siswa itu mau belajar. Soal biaya akan kita bantu untuk mencarikan solusinya. Bahkan, kalau memang mereka tidak mampu seratus persen, madrasah yang akan mencarikan solusi,” kata Kepala MA Al-Iman, Moch Saleh, S.Ag., M.Pd.I.

Salah satu dari kalangan menengah ke bawah adalah Rahmad Ali. Sosok siswa ini sempat viral di jagat maya beberapa waktu lalu. Ini menjadi contoh yang dibantu sekolah.

Rahmad setiap hari berjalan kaki dari rumahnya Dusun Depok Desa Candisari Kecamatan Secang ke sekolah yang berada di pusat kota. Karena kesehariannya tersebut, membuat orang – orang yang sering melihatnya di jalan menjadi memperhatikannya. Kemudian ada orang yang memposting ke media sosial.

Siswa kelas 12 tersebut merupakan anak yatim piatu. Ayahnya meninggal sejak kelas 8. Ibunya meninggal ketika mulai masuk MA Al-Iman. Kini dirinya tinggal bersama kakaknya.

“Karena saya nunggu angkot itu lama, jadi saya memilih jalan kaki. Tapi kadang ada orang yang membarengi saya. Bisa lebih hemat ongkosnya dan mending bisa buat makan,” kata Ali.

Kebiasannya berangkat sekolah dengan berjalan kaki, sudah dilakoninya sejak dari bangku SD. Dirinya cukup bersyukur masih bisa sekolah. Dengan berjalan kaki, membuat dirinya sehat dan mendapat banyak pengalaman di perjalanan.

“Pernah saat di jalan, saya lihat orang tua renta sedang angkat kursi. Kebetulan saya ada rezeki dan masih punya uang, saya beli minum dan saya kasihkan ke orang tua tersebut. Saya menjadi kepikiran, orang tua sudah renta saja masih kuat. Sedangkan saya masih muda kenapa gak kuat. Jadi membuat saya bersemangat,” tuturnya.

Dirinya berharap kepada teman-teman pelajar jangan menyiakan-nyiakan perjuangan orang tua yang sudah merawat, membesarkan dan membiayai sekolah.

“Hidup itu tidak boleh disia-siakan. Misalnya apa – apa sudah keturutan? Tapi kalau untuk sekolah itu malas kan menyia-nyiakan apa yang diberikan orang tua. Setidaknya kita bisa memahami dan membalas budi baik orang tua dengan bersekolah,” ujarnya.

Guru BK MA Al Iman Alifah Rahmawati, S.Pd mengatakan, setiap bulan dana sosial diberikan kepada Ali. Untuk masalah konsumsi Ali di sekolah ditanggung sekolah.

“Tidak hanya Ali saja, namun masih ada siswa lain dari kalangan menengah ke bawah. Selain bantuan dari dana PIP (Program Indonesia Pintar), ada bantuan sumbangan dari para guru. Hasil yang terkumpul diberikan untuk santunan anak yatim piatu,” kata Alifah. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?