Daerah

Beri Keleluasaan Siswa Lebih Berpikir Kritis, SMK PI Terapkan Metode STEAM

BANDUNG - Perkembangan teknologi yang semakin cepat, menuntut peserta didik harus bisa bersaing demi mencapai cita-citanya di masa depan. Metode STEAM ini menjadi langkah terbaik bagi setiap sekolah untuk bisa memberikan materi yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0.

Demikian ditandaskan Staf Humas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prakaraya Internasional (PI) Kota Bandung, Jawa Barat, Bayu Nugraha. Metode Science Technology Engineering Arts Mathematics (STEAM) untuk memberi keleluasaan bagi peserta didik agar lebih berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah melalui caranya sendiri.

“Dengan STEAM, sekolah bisa membentuk siswa yang mudah beradaptasi dan komunikatif. Anak-anak juga bisa belajar menjadi pemimpin, kreator, dan wirausaha dalam kesehariannya,” ujarnya dilansir dari disdik.jabarprov.go.id.

Metode STEAM, menurutnya, membuat siswa berpikir lebih sistematis dalam memahami ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya pada kehidupan sehari–hari. Selain itu, metode STEAM juga membantu siswa agar memiliki kemampuan analitis serta belajar menjadi pemimpin, kreator, dan wirausaha.

"Siswa harus diberi kesempatan membuat kesalahan lalu mencoba lagi, membuat kembali hingga muncul ide yang lebih baik," ujarnya.

Bayu melanjutkan, pengajar SMK PI Kota Bandung selalu berusaha memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi.

“Hal ini untuk menenuhi kebutuhan sumber daya manusia ke depan. Terlebih, yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu berpikir analitis dan kolaboratif,” tuturnya.

Tidak cukup menerapkan metode pembelajaran STEAM, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan guna meningkatkan kualitas siswa. Seperti, menjalin kerja sama dengan perusahaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Powertech Asia Ltd. New Zealand dan berbagai perusahaan luar negeri lainnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?