Parenting Class yang digelar TK Pertiwi Kota Magelang. l foto : Vivin l Siedoo

Advertorial Daerah

Orang Tua Perlu Perketat Penggunaan Gatget ke Anak


MAGELANG - Tantangan mendidik anak di era digital menjadi tajuk pembahasan dalam parenting class yang digelar Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2020) di kota setempat. Kesempatan ini sekolah menghadirkan Sulastika Wulan, M.Psi untuk menyampaikan materi.

"Konsep digital parenting adalah bagaimana orang tua paham dengan teknologi di era digital pada generesi alfa. Jadi bapak ibu harus memiliki bekal yang cukup tentang teknologi," katanya dihadapan puluhan orang seperti dari komite, pengurus yayasan dan pihak sekolah serta seluruh orang tua murid.

Dijelaskan, orang tua harus memiliki bekal agar dapat memantau anaknya dalam menggunakan teknologi dalam hal ini adalah penggunaan gadget. “Orang tua juga memiliki kekuasaan atas anak untuk mengatur intesitas anak dalam menggunakan gadget,” ujarnnya.

Parenting class merupakan program pendukung yang disampaikan kepada orang tua untuk perkembangan siswa guna kesuksesan dalam belajar.

Komunikasi yang sudah dibangun sejak awal antara orang tua dan pihak sekolah dilanjutkan dengan laporan-laporan perkembangan siswa setiap minggu. Hal ini untuk memantau serta konfirmasi dari orang tua kepada sekolah tentang perkembangan siswa.

"Mari kita jaga silaturrahmi antar orang tua murid, jangan sampai ada salah paham. Percayakan anak-anak kepada pihak sekolah dan guru-guru yang ada di sini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan tentang program kerja sekolah kepada wali murid. "Pemaparan program kerja di awal semester genap ini dimaksudkan menjalin keakraban kerja sama dan siswa untuk suksesnya belajar mengajar," kata Kepala TK Pertiwi, Suparni, S.Pd.

Menurutnya, dengan dijalinnya komunikasi yang baik melalui acara ini, diharapkan orang tua murid dapat mengerti kegiatan di sekolah dan ikut serta mensukseskan kegiatan-kegiatan yang telah disusun.

Langkah ini juga dijadikan sebagai ajang penyempurna strategi dalam proses belajar agar siswa tidak hanya cerdas dalam akademis, dapat memiliki karakter kuat, berbudi pekerti luhur, berbudaya yang sesuai serta memiliki mentalitas yang baik.

"Harapannya kedepan orang tua dan guru dapat menjalin hubungan yang baik sehingga tidak ada salah paham dan hubungannya lebih harmonis," tambahnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?