Kegiatan Pendidikan Karakter dan Kebangsaaan siswa SMKN 2 Magelang. l foto : ist

Advertorial Daerah

Gandeng Yon Armed 11, Ratusan Siswa Digembleng Pendidikan Karakter


MAGELANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Magelang, Jawa Tengah mengirim siswanya ke satuan Yon Armed 11/76/GG/1/2 Kostrtad pada Senin - Kamis (6 – 9/1/2020). Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan Pendidikan Karakter dan Kebangsaaan. Polanya melalui peraturan baris berbaris (PBB), outbond, kedisiplinan, penanaman nilai – nilai kebangsaan, NKRI.

Waka Kesiswaan SMKN 2 Magelang, Ali Sabani, S.Pd menjelaskan, pihak sekolah menjaga agar jiwa nasionalisme tidak luntur sehingga pendidikan karakter dan kebangsaan dikolaborasikan. TNI dan POLRI dinilai sangat sesuai dan menjadi teladan, sehingga pihak sekolah akan merasa terbantu dalam membina siswa secara lebih real.

“Kegiatan tersebut yang mengikuti ada siswa kelas 12 sebanyak  346 dan kelas 10 sebanyak 395. Sedangkan kelas 11 rencananya nanti di April, karena sekarang masih PKL,” imbuhnya.

Setelah usai kegiatan, pihak sekolah berharap adanya perubahan dalam diri siswa diantaranya pola pikir, karakter, sikap kepada guru dan orang tua, pemikiran yang lebih bijaksana dan maju dalam mengolah pribadi sendiri.

Kepala SMKN 2 Kota Magelang, Drs. Supriyatno, M.Pd mengatakan, karakter kalau sudah membumi dalam diri siswa, nantinya akan menjadi manusia yang adaptif, mudah menyesuaikan.

“Contohnya terkait dengan pola hidup sederhana, kalau sudah melekat ke siswa, katakanlah besok dia sudah bekerja dan punya penghasilan kan bisa mengelola uang dengan bagus. Kemudian ketekunan, itu mudah diucapkan tetapi belum tentu bisa habbit sehari – hari,” katanya.

Kegiatan tersebut merupakan program tahunan sekolah, dilaksanakan satu tahun satu kali. Banyak hal – hal yang bisa memberikan, menggugah dan menginspirasi siswa. Sehingga, bisa lebih sadar diri nantinya ketika akan lulus mempunyai tanggung jawab yang besar.

“Karakter itu kan banyak sekali, kalau siswa tidak mencintai belajar dan tidak cinta buku, itu salah satu bentuk kartakter. Saya yakin, di sana siswa juga akan ditempa untuk kehidupan sehari – hari,” ujarnya.

Ditambahkannya, mengirim siswa untuk dididik TNI, agar pendidikan karakternya lebih mengena, tidak hanya di dalam kelas dan diberikan teori saja.

Di antara siswa yang ikut adalah Yeni Dwi Pratiwi dan Dela Wahyu Kumala. Keduanya mengaku kegiatan tersebut merupakan pengalaman yang cukup menyenangkan. Setelah usai kegiatan, para siswa menjadi merasa ketagihan dan ingin mengikutinya lagi.

“Kami dilatih untuk berani dan mentalnya juga iya. Kami diajari kepemimpinan, jiwa kursa, baris berbaris, jerit malam dan wawasan kebangsaan. Selain itu kami juga diberikan sosialisasi terkait bahaya narkoba,” tutur Dela. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?