Ilustrasi pembelajaran kebencanaan. l foto : pikiran-rakyat.com

Opini

Demi Keselamatan, Yuk Ajari Anak Tanggap Bencana

Ads SMK IT Maarif

Siedoo, Berbagai bencana sering terjadi di tanah air. Seperti gempa bumi, angin puting beliung, kebakaran, hingga bencana seperti yang banyak terjadi saat ini, yaitu banjir dan longsor. Kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan agar terhindar dari bencana. Namun di samping itu, pemahaman dan pelajaran tanggap bencana sangat perlu diberikan kepada masyarakat termasuk anak-anak.

Tanggap terhadap potensi bencana di mana anak-anak tinggal menjadi satu hal yang perlu diajarkan kepada anak-anak. Agar mereka terhindar dan selamat dari bancana. Paling tidak tidak mengalami trauma apabila terdampak bencana alam.

Pelajaran dari Berbagai Pihak

Anak-anak bisa mendapatkan pelajaran tanggap bencana dari mana saja. Pertama dan utama adalah dari keluarga. Orang tua dan anggota keluarga dewasa dapat mengajari anak-anak bagaimana mengantisipasi bila terjadi bencana.

Begitu pula para guru dapat memberi pejaran tanggap bencana di sekolah. Sehingga anak-anak lebih paham apa yang dilakukan bila terjadi bencana. Misalnya, kalau terjadi gempa, yang harus kita lakukan adalah melindungi kepala terlebih dahulu atau segera sembunyi di bawah meja. Jika apabila gempa sudah berhenti maka segeralah berlari menuju tempat terbuka.

Masyarakat pun dapat mengadakan pelajaran tanggap bencana kepada anak-anak. Misalnya dari pemerintahan setempat, baik melalui dinas terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bisa juga dari pemerintahan setempat dan dari kelompok-kelompok relawan.

Penanganan Pascabencana

Anak-anak yang terkena bencana tidak sedikit yang mengalami trauma. Sehingga perlu pula orang tua dan masyarakat mengetahui bagaimana menghilangkan trauma bencana pada anak-anak pasca bencana. Karena bisa jadi akibat mengalami bencana, anak-anak mengalami trauma dan stres.

Orang tua, guru dan masyarakat dapat menghilangkan trauma pada anak-anak melalui berbagai permainan yang menyenangkan. Penanganan ini sangat penting, karena jika tidak segera disembuhkan, trauma bisa mengganggu tumbuh kembang mental anak.

Mengingat dalam  bencana alam, biasanya anak-anak banyak yang menjadi korban. Faktor utamanya ialah karena anak-anak kurang tanggap terhadap bencana. Sehingga, penting memberikan bekal kepada anak-anak agar juga memiliki kemampuan untuk tanggap terhadap bencana.

Antisipasi Bencana

Selain mengajari tanggap terhadap bencana, perlu juga dipahamkan tentang beberapa bencana yang tidak bisa diantisipasi dan yang bisa dihindari. Seperti bencana banjir dan longsor ini bisa diantisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon sembarangan.

Sedangkan untuk bencana yang tidak bisa diantisipasi adalah terjadinya gempa bumi dan tsunami, karena tidak bisa diprediksi dan di antisipasi dengan cepat. Hanya perlu kewaspadaan yang tinggi.

Anak-anak juga perlu dikenalkan dengan alam, agar lebih mencintai alam sehingga tumbuh kesadaran menjaga dan melestarikan alam sebagai sahabat. Dengan ramah terhadap alam, alam pun akan ramah terhadap kita. Pemahaman tersebut perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Tanggap bencana yang diajarkan kepada anak-anak sejak dini akan menyelamatkan mereka.  Terlebih Indonesia termasuk negara yang rentan tehadap bancana alam. Sehingga ke depan, anak-anak menjadi generasi yang mampu membangun kemajuan bangsa terutama lewat pendidikan dan budi pekerti yang luhur. (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?
Ads Samanata