Advertorial Daerah

Belajar Table Manner, SMKN 2 Kota Magelang Jalin Kerja Sama dengan Hotel Safira

MAGELANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Magelang, Jawa Tengah mempunyai program pembelajaran yang dikerjasamakan dengan beberapa perusahaaan. Salah satunya adalah pembelajaran Table Manner.

Table manner itu latihan jamuan makan secara internasional. Ini kegiatan tim dari jurusan OTKP (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran). Diadakan dalam satu tahun,” kata Ketua jurusan OTKP SMKN 2, Dra. Erna Listiyawati.

Dijelaskannya, salah satu kompetensi dasarnya, siswa harus bisa melakukan jamuan secara internasional ada aturan aturan seperti etika duduk, cara makan, peralatan dan menu. Jamuan internasional sangat berbeda dengan jamuan nasional.

“Kita kerja sama dengan Hotel Safira untuk kegiatan table manner. Diikuti siswa kelas 12,” tuturnya.

Manfaat dari kegiatan tersebut, siswa menjadi mengerti tentang tata cara jamuan makan internasional. Tidak hanya mengerti secara makanannya, tetapi yang penting juga etikanya.

“Misalnya ketika melakukan jamuan makan dengan pejabat, siswa lulusan OTKP bisa mempersiapkan, paling tidak mengkomando,” urainya.

Ditambahkannya, pemberian materi pihak hotel dan ditambah dengan materi pendukung lainnya. Misalnya packing bed tentang aturan menata tempat tidur agar rapi dan cepat.

“Siswa juga diberi tambahan materi cooking class, ada demo masak. Setelah kegiatan, setiap siswa mendapat sertifikat,” imbuhnya.

Kepala SMKN 2 Kota Magelang Drs. Supriyatno, M.Pd mengatakan, silabus atau praktik di sekolah terkadang tidak bisa terjawab di sekolah. Misalnya siswa untuk lebih memahami tentang keprotokolan, sekolah belum mempunyai alatnya.

“Kita kerja sama dengan Hotel Safira. Semua siswa dan guru juga belajar di sana. Jadi intinya bagaimana siswa kita mendapat materi pelajaran yang plus. Kalau kita ada plus-nya ketika lulus siswa kita lebih dibandingkan dengan yang lain,” katanya.

Pihak sekolah merasa kurang representasi jika hanya di dalam kelas. Sehingga, siswa dibawa ke hotel yang secara kesan dan performance akan terasa berbeda.

“Kami ingin menunjukkan, bahwa pembelajaran itu betul – betul diaktualisasi sesuai dengan kondisi di lapangan,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?