Advertorial Daerah

Saat Libur Sekolah, Fatayat NU Banjarnegoro Santuni Anak Yatim

MAGELANG – Fatayat NU (Nahdlatul Ulama) Ranting Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan bakti sosial penyantunan anak yatim, Senin (30/12/2019). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua NU Desa Banjarnegoro, Ansor, Paguyuban Pencak Silat Pagar Nusa, Ketua PAC (Pimpinan Anak Cabang) Fatayat NU Kecamatan Mertoyudan hingga anggota DPRD Kabupaten Magelang.

“Ini kegiatan bakti sosial penyantunan anak yatim, agar semua anak berperan. Kita kemas dengan acara mewarnai dan mendengar dongeng bersama anak yatim. Acaranya di akhir tahun saat liburan, karena melihat beberapa anak yang bisa berlibur dan ada yang tidak,” kata Ketua Panitia, Erlina Kartika Ssari, S.Kom.

Ditambahkannya, mungkin ada juga beberapa anak yang di rumah saat liburan. Hal tersebut mungkin karena keterbatasan waktu dari orang tua yang bekerja. Kemasan dari kegiatan semacam ini merupakan kerja sama antara Fatayat NU dengan masyarakat Dusun Grobogan yang dijadikan sebagai tempat kegiatan.

Melalui acara ini anak – anak bisa mendapat kesan liburan yang positif, dibarengi dengan penyantunan anak yatim, tidak hanya fokus bermain gadget. Terdapat sisi dapat berbagi kebahagiaan, bersedekah, beribadah yang bisa dibilang liburan dengan kemasan ibadah.

Dirinya mengaku, terlaksananya kegiatan tersebut mendapat bantuan dana dari beberapa sponsor dan donatur.

“Ada bantuan seperti dari usaha – usaha dagang, LazisNU dan masyarakat Desa Banjarnegoro. Kegiatan ini merupakan pertama kalinya dan rencana kedepannya, bisa diagendakan lagi di dusun yang berbeda,” jelas sosok yang juga Ketua Fatayat NU Desa Banjarnegoro tersebut.

Terdapat kegiatan mewarnai yang memang bukan untuk dilombakan, namun memang untuk sarana belajar mewarnai untuk anak – anak.

“Ini bukan lomba, tetapi nanti ada apresiasi kepada anak yang hasil mewarnainya bagus. Pesertanya dari usia tiga tahun sampai dua belas. Jadi dari TK sampai SD kelas 6,” urainya.

Tidak hanya anak yatim se-Desa Banjarnegoro saja, namun juga turut mengundang siswa SLB (Sekolah Luar Biasa) -B YPPALB Kota Magelang.

“Siswa SLB menampilkan Tari Soren dan Tari Nuri. Kita juga mendapat dukungan dari Grahida (Grup Rebana Al Hidayah) SMPN 8 Magelang, kita minta bantuannya untuk mengisi acara. Ada pertunjukkan pantomimnya juga,” tuturnya.

Awal mula diadakannya kegiatan ini, berawal dari obrolan ringan dengan sahabatnya, Indah Tri Wahyu Astusi, S.E, selau Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang.

“Kita muncul ide berdua dan dibantu oleh tokoh NU (Gus Ari). Jadi kita bertiga iseng – iseng bikin panitia tapi lewat medsos. Kemudian kita merangkul kepemudaan untuk ikut turut serta membantu,” akunya.

Ketua Pemuda Dusun Grobogan, Bayu Dharma Giri Saputro menanggapi, dengan acara santunan anak yatim bisa memberi motivasi yang bagus kepada para pemuda. “Santunan anak yatim ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap anak – anak yatim di sekitar,” kata Bayu.

Bayu menuturkan, para pemuda ikut berperan dalam menyiapkan kegiatan. Kegiatan semacam ini merupakan pengalaman pertama bagi para pemuda Dusun Grobogan. Harapannya dapat memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?