Daerah

UIN Walisongo Miliki Rumah Moderasi Beragama, Perkuat Toleransi di Jateng

SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah kini memiliki Rumah Moderasi Beragama. Rumah moderasi ini yang baru saja diresmikan Menteri Agama Fachrul Razi ini merupakan ikhtiar perguruan tinggi tersebut untuk memperkuat toleransi di Jawa Tengah (Jateng).

“Toleransi perdamaian, saling menyayangi menjadi sesuatu yang harus diwujudkan. Hal inilah yang menjadikan UIN Walisongo membangun rumah moderasi beragama,” Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Imam Taufiq dilansir dari kemenag.go.id.

Imam menjelaskan, terlahir dari nama besar Walisongo, UIN Walisongo berharap dapat mengikuti semangat para wali dalam berdakwah.

“Membawa nama besar Walisongo, maka keberadaan UIN Walisongo diharap dapat melahirkan sosok-sosok yang berperilaku santun, berdakwah dengan rahmat, dan tidak mengedepankan kekerasan. Dengan cara ini lah para walisongo dapat diterima oleh masyarakat,” kata Imam.

Imam melanjutkan, bahwa saat ini UIN Walisongo tengah berkonsentrasi untuk menghasilkan alumni yang dapt memberi kontribusi bagi kemanusiaan dan peradaban. Moderasi beragama disampaikan dalam berbagai program yang ada di UIN Walisongo. Bahkan, pihak kampus telah memasukkan moderasi beragama sebagai bagian kurikulum terintegrasi di dalamnya.

Untuk menunjang proses dan memberikan kenyamanan dalam pembelajaran, Imam Taufiq dan seluruh civitas akademikan untuk menjadikan Kampus UIN Walisongo sebagai Smart and Green Campus.

“Hal ini diperlukan untuk menciptakan sustainability dalam proses pembelajaran kampus yang berkemanusiaan,” kata Imam.

Itu dilakukan UIN Walisongo dengan memadukan tiga hal, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Beberapa program yang dilakukan antara lain adalah: menyediakan ruang terbuka hijau,  gedung ramah lingkungan, penggunaan alat hemat energi, daur ulang, pengelolaan limbah B3 hingga manajemen transportasi kampus hingga internalisasi pendidikan lingkungan hidup dan semangat Smart and Green Campus.

Peresmian Rumah Moderasi Beragama dan Smart and Green Campus UIN Walisongo ditandai dengan pemukulan gong sebanyak sembilan kali oleh Menag Fachrul Razi, disaksikan tokoh-tokoh agama di Semarang.

"Keberadaan Rumah Moderasi Beragama sesungguhnya dapat menunjang visi Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju," kata Menag.

Untuk itu, Menag minta tiap rumah moderasi menyusun program yang dapat diimplementasikan sebagai bagian pengarusutamaan moderasi beragama.

"Setiap rumah moderasi beragama di PTKN, harus menyiapkan program-program yang implementatif dan dapat diaplikasikan," tutur Menag.

Sebelumnya, pada November 2019 lalu Menag juga telah meresmikan Rumah Moderasi Beragama di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Menag berharap, ke depan, setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dapat memiliki Rumah Moderasi Beragama.

Bukan hanya di lingkungan Kementerian Agama, moderasi agama akan menjadi prioritas dari seluruh lini pemerintahan.

"Dalam rapat dengan Menkopolhukam beberapa waktu lalu, kami sudah sepakat bahwa moderasi beragama akan menjadi solusi bersama untuk menghadapi pemahaman ultra konservatif, intoleransi, hingga radikalisme," papar Menag.

Bersamaan dengan peresmian rumah moderasi dan Launching Smart & Green Campus UIN Wali Songo, Menag juga meresmikan enam gedung balai nikah dan manasik haji serta delapan gedung madrasah yang dibangun dengan pembiayaan SBSN 2019. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?