Opini

Kecerdasan Motorik Anak Perlu Dikembangkan Sejak Dini, Berikut Tipsnya

Siedoo, Semua orag tua berharap anak-anaknya tumbuh kembang secara normal dan wajar. Pada usia balita tumbuh kembang anak terjadi sangat cepat. Di saat-saat inilah orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat untuk merangsang tumbuhkembangnya.

Orang tua perlu tahu dan memahami bahwa selain kecerdasan kognitif, kecerdasan motorik anak juga perlu dilatih. Kecerdasan motorik terdiri dari dua, yaitu kecerdasan motorik kasar dan kecerdasan motorik halus.

Kecerdasan motorik kasar merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan gerakan tubuh dalam menggunakan otot-otot besar. Kecerdasan motorik kasar mempengaruhi kemampuan anak untuk duduk, merangkak, berjalan, hingga berlari.

Sementara kecerdasan motorik halus berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Kecerdasan motorik halus inilah yang kadang terlewatkan oleh orang tua di rumah. Padahal orang tua dapat melatihnya dengan cara-cara yang sederhana namun tepat.

Berikut beberapa tips dalam mengembangkan kecerdasan motorik halus pada anak balita. Orang tua dapat memberikan permainan-permainan yang bisa membantu anak dalam mengembangkan kecerdasan motorik halus.

1. Melipat Kertas

Permainan melipat kertas menjadi permainan pertama yang bisa diajarkan kepada anak. Orang tua dapat mengajarkan mulai hal yang sangat sederhana. Misalnya, melipat kertas menjadi dua bagian dengan lurus dan ukuran yang sejajar.

Awalnya bantu anak dengan memberikan contoh terlebih dahulu atau lakukan kegiatan ini bersamaan. Upayakan ujung-ujung kertas berhimpitan dan sejajar supaya hasilnya lurus.

Permainan melipat kertas bisa membantu anak melatih koordinasi antara gerakan mata dan tangannya. Selain itu, permainan melipat kertas juga bisa membantunya memahami bentuk dan ukuran yang sederhana.

Permainan ini bisa diulang-ulang dengan menggunakan kertas lain yang seukuran dan sebangun. Jangan lupa berikan apresiasi ketika anak akhirnya mampu melipat kertas dengan cukup rapi dan lurus.

2. Menghubungkan Gambar Titik-titik

Permainan selanjutnya untuk membantu mengembangkan kemampuan motorik halus anak adalah permainan menghubungkan gambar titik-titik menjadi sebuah garis. Dalam permainan ini, orang tua dapat menyediakan gambar titik-titik dengan pola menarik.

Orang tua dapat menggambar pola sendiri yang menarik dan anak diminta belajar menghubungkan titik-titik itu menjadi garis yang membentuk sesuai pola gambar. Namun bila tidak menggambar sendiri, orang tua dapat membeli buku permainan ini di toko-toko buku terdekat.

3. Menggunting Kertas

Sebelum memulai kegiatan ini, orang tua perlu mengajarkan anak cara memegang gunting yang benar. Agar dalam melakukan kegiatan menggunting, anak tinggal berlatih menggerakkan gunting dalam memotong kertas. Sekaligus akan melatih otot-otot jarinya secara normal.

Cara memegang gunting yang benar adalah ibu jari dan jari tengah masuk ke dalam kedua lubang gunting. Jari telunjuk berada di bagian luar agar posisinya stabil saat gunting digerakkan. Sedangkan kedua jari lainnya menekuk ke arah telapak tangan.

Bila awalnya hanya menggunting kertas biasa secara lurus atau sembarang, lanjutkan dengan menggunting gambar berpola. Mulailah gambar dengan pola sederhana meningkat ke pola lebih lebih rumit, seperti lingkaran atau zig-zag.

4. Menempel Kertas

Kegiatan menempel kertas mungkin mudah bagi orang dewasa. Namun bagi balita, kegiatan ini bisa jadi kegiatan yang cukup menantang. Karena memerlukan gerakan motorik halus terkait kegiatan mata dan tangan.

Dalam kegiatan atau permainan ini orang tua dapat menyiapkan potongan kertas warna-warni dan lem tidak beracun dan aman untuk anak. Latihlah anak untuk menempelkan kertas warna-warni tersebut ke buku gambar yang sudah diberi pola. Ajari perlahan untuk menyesuaikan kertas yang akan ditempelnya dengan pola yang ada di buku gambar.

Apabila kertas yang dipilihnya tidak sesuai dengan pola yang ada, orang tua tidak perlu langsung melarang atau menegurnya. Sebaiknya, bimbing dan arahkan si kecil agar dapat memahami perbedaan bentuk potongan pada kertas agar ia mengerti pola mana yang harus dipilihnya untuk ditempelkan.

5. Menjiplak Gambar

Dalam permainan ini, orang tua membuat sebuah bangun, misalnya bentuk bintang, di atas sebuah kertas karton. kemudian gunting bentuk bintang tersebut. Selanjutnya,anak diminta untuk menggambar bintang menggunakan jiplakan yang telah kita buat, bisa saja lebih dari satu. Tidak berhenti di situ, mintalah anak menghiasi atau mewarnai bentuk-bentuk bintang yang telah selesai dibuatnya.

Selain bentuk bintang, orang tua bisa mengembangkan dengan bentuk-bentuk benda yang lebih variatif. Misalnya gambar bulan sabit, awan, rumah, binatang, dan lainnya.

6. Menggambar dan Mewarnai

Menggambar dan mewarnai merupakan favorit anak-anak. Orang tua dapat menyediakan buku-buku bergambar untuk diwarnai. Buku-buku tersebut dapat dibeli di toko-toko buku. Biarkan anak menwarnai sesukanya, jangan dilarang ketika ‘dianggap’ kurang pas. Misalnya gambar gunung diwarnai oranye atau ungu.

Bila dalam kegiatan ini anak sudah mampu, cobalah anak diminta menggambar sendiri dengan pensil kemudian mintalah untuk diwarnai. Bisa gambar yang disenangi itu gambar bunga, mobil, pemandangan atau gambar lainnya.

7. Meronce

Kegiatan meronce membantu menguatkan serta melenturkan otot jari tengah, telunjuk, dan ibu jari. Kemampuan ini sangat penting untuk kegiatan selanjutnya yang lebih memerlukan kemampuan ketiga otor jari tersebut.

Dalam kegiatan meronce, anak dilatih memasukkan manik-manik ke dalam sebuah benang untuk membuat sebuah kalung atau gelang. Kemudian ditingkatkan untuk benda yang dironce lebih variatif dan membentuk hiasan atau mainan.

8. Memindahkan Barang dengan Jepitan Jemuran

Kegiatan ini masih dalam tingkat sederhana, namun melatih motorik halus anak dengan tepat. Dalam hal ini, barang-barang yang bisa dipindahkan adalah benda-benda yang ukurannya lebih kecil dari penjepit jemuran itu.

Orang tua dapat meminta anak memindahkan pensil, penghapus, spidol, dan benda lainnya dengan penjepit baju dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal itu dilakukan berulang-ulang hingga anak menjadi mampu melakukan dengan benar.

9. Menyusun Balok dan Puzzle

Sebagai permainan lanjut, anak bisa dilatih menyusun balok dan puzzle. Permainan ini pun nantinya akan ditemui anak ketika bermain di PAUD atau TK. Ajaklah anak bermain menyusun balok atau bermain puzzle bergantian agar tidak membosankan.

Orang tua bisa menyediakan lebih banyak permainan ini di rumah. Sehingga anak akan bermain lebih variatif dan menyenangkan. Hal itu penting karena kedua permainan ini melatih otot-otot jari, lengan, dan tangan anak bisa terlatih dengan baik.

Itulah beberapa tips sederhana dalam mengembangkan kecerdasan motorik halus anak. Perlu diingat, meskipun sederhana, orang tua harus telaten dan sabar melatihnya, agar kecerdasan motorik halus anak benar-benar tumbuh berkembang secara normal, optimal, dan wajar.

Jangan paksa anak untuk bisa melakukan dengan cepat karena motoriknya belum bekerja dengan baik. Namun selalu diberi pujian setiap mereka selesai melakukan sebuah kegiatan, agar semakin termotivasi untuk berlatih. (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?