Advertorial Daerah

SMPN 3 Kota Magelang Gandeng DLH Didik Siswa Sadar Lingkungan

MAGELANG  - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Magelang, Jawa Tengah melaksanakan bersih sekolah belakangan ini. Kegiatan tersebut melibatkan semua siswa dari kelas 7, 8 dan 9, sebanyak kurang lebih tujuh ratus siswa.

“Ini ada instruksi dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Magelang untuk melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Sebenarnya, kita setiap dua minggu satu kali, sekolah sudah memprogramkan Jumat Bersih dan sudah melaksanakan, tapi untuk kali ini ada instruksi khusus,” kata Waka Kesiswaan SMP N 3 Magelang, Johan Fitriyanto, S.Pd.

Area pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruangan kelas, taman, halaman, selokan hingga ke pinggir jalan sekitar gedung sekolah.

Kegiatan bertepatan dengan waktu jeda semester setelah ujian. Sehingga, dimanfaatkan untuk mengisi kegiatan yang positif, seperti perawatan lingkungan sekolah tersebut.

“Sebenarnya mulai hari ini sudah kita program untuk kegiatan class meeting, tapi karena dari DLH menyarankan untuk kebersihan, class meeting kita undur dan hari ini kita khususkan untuk kebersihan,” urainya.

Ditambahkannya, jika pembiasaan kebersihan seperti ini diterapkan, dirinya berkeyakinan kepada para siswa akan lebih sadar terhadap lingkungan. Pihak sekolah juga sudah menyediakan tempat sampah dengan pemilahan, sesuai dengan jenis sampah. Disamping itu juga ada bank sampah sekolah yang dikelola siswa.

“Selain kebersihan, penghijauan juga digalakkan. Sekarang setiap kelas diberi pot dan ditanami, murni kretifitas dari siswa,” imbuhnya.

Kasi Penanganan Sampah DLH setempat, Widodo, S.P mengatakan, intinya DLH akan menggiatkan kembali Jumat Bersih untuk seluruh lapisan masyarakat di Kota Magelang, termasuk sekolah.

“Kaitannya untuk meningkatkan hidup bersih dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Karena bersih dan tidaknya lingkungan akan kembali ke kita, tidak cukup hanya diserahkan ke pemerintah. Hal tersebut juga memberikan pendidikan kepada siswa sebagai pengganti generasi tua,” kata Widodo.

Kegiatan Jumat Bersih tersebut, bersifat untuk seluruh lembaga pendidikan, lembaga pemerintah maupun lembaga swasta.

“Mudah – mudahan nanti kedepannya, kita diijinkan sekolah – sekolah untuk bisa masuk memberikan semacam sosialisasi atau berbincang dengan anak sekolah kaitannya dengan kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Pihak DLH bersedia membantu jika ada sekolah yang membutuhkan sarana dan prasarana, dalam penanganan atau pengelolaan sampah.

Salah satu siswa kelas 9 C SMPN 3,  Shaga Marfinda menyatakan sangat perlu diadakan kebersihan di sekolah setiap minggunya. Karena dalam satu minggu, tentu ada sampah atau rumput liar yang tumbuh.

“Penghijauan di sekolah itu bagus, tapi menurut saya mungkin penghijauannya dengan tanaman buah – buahan. Jadi nanti bisa langsung dinikmati bersama oleh warga sekolah,” tuturnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?