Siswa SMP Ihsanul Fikri sedang membuat mading dalam lomba literasi | foto : SMP IT Ihsanul Fikri

Advertorial Daerah

Buku Bacaan Siswa SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan Diseleksi Ketat, Begini Caranya


MAGELANG  - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Ihsanul Fikri Pabelan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berupaya meningkatkan pola pikir siswanya. Salah satunya dengan kegiatan literasi baca tulis di lingkungan sekolah.

“Literasi baca dan tulis sangat penting untuk siswa karena dapat menambah kosakata, daya imajinasi, dan kreativitas. Semakin banyak kosakata yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pemahaman siswa terhadap bacaan. Semakin banyak siswa membaca, semakin memudahkan siswa menuangkan ide ke dalam bahasa tulis,” kata Guru Bahasa Indonesia SMP IT Ihsanul Fikri, Dewi Cahyani, S.Pd.

Terdapat ektrakurikuler Sanggar Pena yang merupakan wadah dan ruang diskusi bagi siswa dalam kegiatan literasi. Jadwal pertemuannya, satu minggu satu kali. Dalam pertemuan tersebut diadakan diskusi terkait karya apa yang akan dibuat.

Selain itu,  pihak sekolah juga berperan dalam pengecekan kalayakan buku yang akan dibaca siswa. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk membantu siswa memperoleh bacaan yang layak.

“Secara tidak langsung kami juga membantu peran orang tua,” tandasnya.

Teknisnya, siswa mengumpulkan buku yang dibawa dari rumah atau dibelinya dan diserahkan kepada guru yang bertugas mengecek buku. Pemberian kelayakan kategori buku dengan label A, B dan C.

Jika buku kategori A maka bisa langsung diambil siswa, namun jika kategori B akan diminta untuk dibawa pulang orang tua, seperti komik tapi gambarnya kurang sopan (baju mini) atau novel sebatas cinta-cintaan anak sekolah. Sedangkan buku kategori C, berisi hal yang terlalu vulgar berisikan konten level orang dewasa, maka buku disita sekolah.

Pengecekan buku dimaksudkan agar bacaan siswa dapat terpantau. Pemantaun ini berguna untuk memberikan bacaan yang sesuai dengan umur serta tentunya karakter nilai-nilai anak santri.

“Kalau kelayakan buku dinilai dari pesan moral dan disesuaikan dengan usia pola pikir mereka. Misalnya seorang siswa SMP hanya membaca buku tentang cinta – cintaan saja, menurut kami itu kurang tepat untuk mereka dan kurang mengedukasi untuk mereka,” ungkap sosok yang juga Pembina Ekskul Sanggar Pena tersebut.

Kemampuan literasi siswa juga dikompetisikan melalui lomba literasi, Sabtu (7/12/2019). Perlombaan tersebut merupakan wujud kerja sama antara Perpustakaan Ali bin Abi Thalib (milik SMP IT Ihsanul Fikri) dengan tim Jurnalistik SMP IT Ihsanul Fikri masa bakti 2019/2020.

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8. Hal ini untuk membiasakan dan menambah minat siswa dalam membaca dan menulis. Pelaksanaan lomba dilakukan di kelas masing-masing dan memiliki dua kategori diantaranya, lomba antar kelas dan lomba antar individu. Lomba antar kelas terdiri dari lomba mading, poster, dan pojok baca.

Setiap kelas wajib memilih salah satu diantara lima tema yang telah disediakan oleh panitia (kebersihan, budaya hemat, budaya ghasab, ucapan dan perbuatan yang baik, dan menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda).

Penilaian dilihat dari proses pembuatan, kreativitas, dan kekompakan kelas. Maka dari itu, kreativitas masing-masing kelas sangat diperlukan, terutama untuk memanfaatkan media yang ada disekitarnya. Para siswa saling bahu membahu untuk menciptakan karya yang memuaskan.

Sementara itu, untuk lomba literasi kategori antarindividu, setiap kelas wajib mengirimkan satu perwakilan untuk setiap jenis lomba. Ada dua jenis lomba yaitu lomba essay dan cerpen.

Aturan dari lomba essay, peserta diwajibkan membuat minimal tiga halaman folio bergaris. Ketentuan tema lomba essay masih sama dengan ketentuan tema pada lomba antar kelas,  yakni memilih satu diantara lima tema yang telah disediakan.

Sedangkan pada lomba cerpen, peserta diwajibkan menulis cerita minimal empat halaman folio bergaris dengan tema “Keseharian Remaja”, sumbernya bisa dari imajinasi atau kenyataan yang dialami oleh peserta. Kegiatan tersebut bukan hanya untuk membiasakan budaya literasi, tetapi lomba kali ini juga melatih kekompakan siswa.

Salah satu siswi kelas 8 akhwat Nabila Eka mengatakan, kegiatan kali ini bisa melatih kerja sama antar anggota kelas, melatih kesabaran, dan juga melatih kreativitas serta pola pikir siswa dan siswi SMPIT Ihsanul Fikri. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?