Empat pemateri kel;as inspirasi dari sosok ayah sekaligus wali murid | foto: Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

Kelas Inspirasi Libatkan Orang Tua untuk Memotivasi Anak Didik


MAGELANG - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam Terpadu Asy Syaffa 2 Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan program kelas inspirasi dalam merayakan Hari Anak Sedunia, Rabu (20/11/2019). Kegiatan tersebut menghadirkan wali murid sebagai pemateri yang menerangkan profesinya kepada anak – anak.

“Kelas inspirasi ini untuk memberikan inspirasi kepada anak tentang profesi dan terkait keterlibatan ayah di dalam proses mendidik anak, ketika memberikan kebanggaan anak – anak terhadap sosok orang tua terutama ayahnya,” kata Kepala PAUD IT Syaffa 2, Siti Banatun Nafiah, S.Pd.

Hal tersebut merupakan momentum berbeda dalam keseharian, ada sosok ayah yang hadir di hadapan anak – anak. Anak – anak dapat mengekspresikan kehadiran seorang ayah dengan rasa bangga. Sosok ayah dapat lebih mengerti bahwa kehadirannya sangat dibutuhkan anak.

Berbagai macam profesi dari beberapa ayah yang hadir sesuai profesinya masing – maasing. Diantaranya, Polisi, TNI, Pelayaran, Dosen dan Pengusaha.

Selain itu, anak – anak juga mendapatkan kado dari orang tua mereka.  Semua kado dikumpulkan menjadi satu, kemudian anak – anak mencari kadonya.

“Ketika mencari kado ini lah maka pembelajaran calistung (baca tulis hitung) masuk, setiap kado ada tulisannya namanya. Kemudian anak  bisa mengenal simbol huruf. Ternyata dari sekian kado yang ditumpuk bersamaan itu tidak ada yang salah, walaupun anak play group sekalipun mereka sudah hafal simbol huruf namanya,” ujarnya.

Salah satu wali murid yang mengisi materi dalam kelas inspirasi Galih Dwi Pradipta, M.Or. Ia mengaku mengajarkan gerakan – gerakan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak seperti melompat yang lebih dominan menggunakan otot besar.

“Intinya adalah mengajak anak untuk bergerak, namun gerakan yang mudah, menyenangkan dan tidak membahayakan anak. Semakin dilatih terus menerus, anak mempunyai keterampilan yang baik dalam mengembangkan potensinya bergerak, salah satunya ialah keseimbangan,” tutur sosok ayah yang berprofesi sebagai Dosen PGRI Semarang tersebut.

Dijelaskannya, keseimbangan perlu dilatih kepada anak agar bisa bergerak kemana – mana tanpa jatuh dan cidera. Olahraga yang cocok kepada anak usia dini ialah senam yang mempunyai gerakan komplek, gerakan dari ujung kepala ke ujung kaki.

“Salah satu senam untuk anak adalah senam Si Buyung, senam cerita untuk diikuti gerakannya. Sebagai contoh profesi pak tani mencangkul, anak – anak bisa menirukan gerakan mencangkul,” imbuhnya.

Ditambahkan, olahraga yang diterapkan kepada anak ialah menyenangkan terlebih dulu. Kalau anak sudah senang dengan apapun bentuk olahraganya tanpa mengedepankan kebisaannya yang penting anak bergerak dulu.

“Kelas insipirasi ini sangat bagus karena merangsang anak memiliki cita – cita yang dilihatnya, maka dari itu kelas inspirasi sebaiknya memang berkala untuk menghadirkan profesi yang ada dalam ayah atau ibunya,” tandas Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan itu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?