Opini

Perlu Dipahami Guru, Berikut Tiga Tahap Gerakan Literasi Sekolah

Siedoo, Dalam melaksanakan kegiatan guna menyukseskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terkadang membuat bingung sebagian guru atau pihak sekolah. Hal itu banyak kemungkinan karena belum memahami sepenuhnya tentang seluruh panduan GLS yang diterima.

Namun uraian berikut paling tidak dapat membantu bagaimana langkah-langkah yang mesti dilakukan dan kegiatan macam apa yang dijalankan dalam GLS. Yuk, simak 3 langkah teknis pelaksanaan GLS yang perlu dilaksanakan guna mendukung sukesnya GLS.

1. Kegiatan Tahap Pembiasaan

Pada tahap ini siswa dilatih membaca dalam hati, membaca nyaring, dan menyimak. Ini untuk meningkatkan rasa cinta membaca di luar pelajaran, meningkakan rasa percaya diri, dan menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan.

Kegiaan ini dapat dilakukan dengan membiasakan membaca 15 menit sebelum mulai pelajaran atau sesudah pelajaran berakhir.

2. Kegiatan Tahap Pengembangan

Kegiatan tahap ini pada perinsipnya merupakan kegiatan tindak lanjut dari tahap pembiasaan. Pada tahap ini siswa didorong untuk menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dalam proses membaca. Langkah ini dapat dilakukan melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan.

Kegiatan produktif ini tidak selalu dinilai secara akademik. Misalnya ketika siswa membaca karya sastra cerita pendek. Maka langkah selanjutnya dapat menulis ulang dengan bahasa sendiri. Bagi kelas tinggi bisa saja meringkas atau membuat sinopsis sebuah novel yang dibaca.

Kegiatan tindak lanjut dalam tahap pengembangan literasi memerlukan waktu pembiasaan sekitar 15 menit. Meski waktunya singkat perlu dipertimbangkan mengenai bentuk, frekuensi, dan durasi pelaksanaannya. Yaitu harus disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Sehingga kegiatan literasi tetap dapat dilaksanakan dengan menyenangkan tanpa membebani tugas para siswa.

3. Kegiatan Tahap Pembelajaran

Kegiatan tahap pembelajaran dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kurikulum di sekolah. Yaitu siswa diwajibkan membaca buku  nonteks pelajaran. Namun dalam pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan beberapa prinsip.

Prinsip-prinsip itu di antaranya, buku yang dibaca berupa buku ilmu pengetahuan umum, buku tentang minat khusus, atau buku-buku yang dikaitkan dengan mata pelajaran. Namun dapat pula buku-buku terkait tagihan akademis, yaitu berkaitan dengan tugas atau penguasaan suatu mata pelajaran.

Tujuan literasi antara lain mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman individu sehingga terbentuk individu pembelajar sepanjang hayat. Juga mengembangkan berfikir kritis dan mengolah dan mengelola kemampuan berkomunikasi secara kreatif melalui kegiatan menganggapi buku bacaan dan buku pelajaran. Baik secara verbal, tulisan, visual, maupun digital. (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?