Kepala TK Pertiwi, Suparni, S.Pd mendampingi anak - anak dalam kegiatan outbound | foto: Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

TK Pertiwi Kota Magelang Tambahkan Wawasan Luar Kelas


MAGELANG – Taman Kanak - kanak (TK) Pertiwi Kota Magelang, Jawa Tengah mempunyai semacam agenda outdoor activity  yang dilakukan setiap tahun sekali. Untuk tahun ini, November, digelar di Taman Kyai Langgeng. Hal tersebut untuk menambah wawasan dan pembelajaran di luar kelas.

“Program kegiatan anak – anak belajar dan bermain di luar kelas untuk lebih bertanggung jawab, mandiri dan lebih berani, sehingga bisa bersosialisasi dengan temannya,” kata Kepala TK Pertiwi, Suparni, S.Pd.

Sebanyak 193 anak mengikuti outbond yang bertema Berani, Cerdas, Ceria dan Mandiri tersebut, didampingi komite dan orang tua. Di taman itu mereka bermain belajar menanam dan cara merawatnya.

“Setiap kegiatan kita ajak untuk mendampingi anak – anak. Jadi agar hubungannya lebih harmonis antara komite dengan sekolah,” tandasnya.

Dirinya menambahkan, selain pembelajaran di luar kelas, terdapat pembelajaran scientific, semacam model pembelajaran anak menanyakan dan mengkomunikasikan.

“Penerapannya, pembelajaran langsung seperti kegiatan ini yang bertemakan tanaman, seperti gurunya menunjukkan jenis buah – buahan, misalnya pisang, lalu anak – anak memunculkan pertanyaan sendiri. Guru hanya sebagai fasilitator dan yang aktif lebih ke anak,” jelasnya.

Meski tergolong nasional, TK Pertiwi yang dibawah naungan Darma Wanita Sekretaris Daerah Kota Magelang tersebut, mengedepankan dalam agamis dan nasionalis.

“Nasionalisnya, kita tanamkan anak – anak dari upacara yang memimpin secara bergantian, sehingga merata dan bisa memimpin teman – temannya. Selanjutnya di tiap kelas, ditempel foto – foto pahlawan untuk mengenalkan para pahlawan kepada anak – anak,” paparnya.

Hal yang bersifat agamis, setiap pagi dilaksanakan sholat dhuha. Keagamaan setiap harinya ada untuk anak – anak.

“Jadi yang beragama Islam diampu oleh guru kelasnya masing – masing, kemudian yang anak yang nasrani diampu oleh guru Nasrani. Hal itu sudah terjadwal dari Senin sampai Sabtu, misalnya ada hafalan surat pendek, praktek sholat, doa sehari – hari dan nasyid,” tuturnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?