Advertorial Daerah

Hari Ayah, PAUD IT Syaffa 2 Kota Magelang Dekatkan Emosional Anak dan Ayah

MAGELANG - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam Terpadu Asy Syaffa 2 Kota Magelang, Jawa Tengah tidak hanya fokus dalam mendidik anak. Namun, juga mendidik dan menjembatani kehidupan sosial anak dengan keluarganya. Hal tersebut diwujudkan saat moment Hari Ayah, Selasa (12/11/2019). Pihak sekolah mempunyai cara tersendiri untuk memanfaatkan moment tersebut.

“Anak – anak dijemput oleh ayahnya (12 – 13/11/2019) dan sekolah melayangkan surat selamat kartu ucapan kepada seluruh ayah secara by name. Ayah menjemput, kemudian anak yang memberikan,” kata Kepala PAUD IT Syaffa 2 Kota Magelang, Siti Banatun Nafiah, S.Pd.

Pada 13 November, anak membuat karya kerajinan tangan sendiri sebagai tanda ucapan untuk ayahnya. Hal tersebut juga merupakan folow up dari kegiatan parenting ayah.

Pihaknya memang mengkhususkan dua hari tersebut, agar anak bisa dijemput oleh ayahnya. Respons dari para ayah cukup bagus. Hal tersebut terbukti dari banyaknya ayah yang datang untuk menjemput.

“Ayah yang tidak datang itu kebanyakan yang kerja di luar daerah, banyak yang kerja di kapal atau tambang. Ketika kita akan menggulirkan program itu, guru – guru sudah mengemukakan masalahnya, terkait anak yang tidak ada ayahnya apakah tidak kasihan dan menimbulkan kecemburuan,” tuturnya.

Dijelaskannya, program tidak bisa mengikuti kasus spesifik, artinya program mesti general dan berlaku untuk semua. Program tetap dijalankan sekaligus memberikan pembelajaran kepada anak tentang realita kehidupan.

“Bahwasanya kadang hidup itu bisa berbeda dengan lainnya dan anak harus belajar menerima keadaan. Jadi, itu yang menjadi motivasi kita untuk program itu tetap berjalan, anak dijemput ayah” paparnya.

PAUD IT Syaffa 2 berupaya untuk mendekatkan keluarga dari anak didiknya, memediasi komunikasi dan mengingatkan kembali peran orang tua dalam pendidikan anak.

“Khususnya ayah, karena pendidikan anak itu bukan milik ibu, tapi milik berdua. Justru yang paling bertanggung jawab kan ayah. Kadang ayah sesekali harus terjun secara teknis, ayah tidak hanya sekedar mengkonsep kurikulum pendidikan keluarga dan pelaksananya ibu, karena bonding kedekatan orang tua dengan anak itu penting, terutama ayah,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?