Advertorial Daerah

SMK Satria Persiapkan Siswa Hadapi UNBK

MAGELANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Satria Kota Magelang, Jawa Tengah mempersiapkan segala upaya demi kelancaran siswanya dalam menghadapi ujian nasional. Salah satunya dengan melakukan simulasi ujian menggunakan komputer.

“Sejak adanya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tidak hanya kemampuan anak mengerjakan ujian. Kalau biasanya anak mengerjakan di kertas, sekarang di komputer. Sehingga, perlu adanya uji coba mengerjakan menggunakan komputer,” kata Kepala SMK Satria Magelang, Zainal Abidin, S.T.

Pihaknya juga mempunyai tujuan untuk uji coba sarana dan prasarana di sekolahnya. Hal tersebut diharapkan agar tidak ada kendala ketika siswa mengerjakan ujian. Tujuan khusus lainnya, adanya penguasaan masing – masing materi yang diujikan diantaranya bahasa Ingrris, bahasa Indonesia, Matematika dan Kejuruan.

Ketika uji coba, akan terlihat seberapa kemampuan yang dimilikinya. Jika ada yang kurang, guru dan siswa akan menyikapi agar mendapat hasil yang diharapkan.

“Kalau yang membedakan tahun sebelumnya, tahun ini tidak hanya murid yang simulasi, gurunya juga simulasi. Keuntungannya guru bisa merasakan langsung anak nantinya akan di-press selama dua jam dengan soal sebanyak 41 seperti apa, ada kendala apa. Tentunya guru juga harus menyiapkan solusinya jika ada permasalahan yang dihadapi siswa,” terangnya.

Dirinya berharap, karena guru juga mengikuti simulasi tentu bisa menyikapi dan meningkatkan kemampuan.

“Mungkin gurunya bisa menyelesaikan total dengan baik, tapi siswanya belum tentu, berarti ada masalah dalam hal pentransferan ilmu, itu yang perlu dikoreksi. Mungkin gurunya juga mengalami kendala dalam menyelesaikan, berarti gurunya sendiri perlu ada penambahan materi atau kemampuan untuk gurunya sendiri. Harapan kami, gurunya menguasai dan anaknya menguasai, berarti transfer ilmu selama ini sudah oke,” tuturnya.

Waka Kurikulum SMK Satria, Mohkhammad Nurfadlil, S.Pd mengatakan, pada dasaranya simulasi merupakan latihan yang tujuannya untuk membiasakan siswa mengerjakan ujian nasional menggunakan komputer.

Ditambahkannya, guru – guru juga ikut mengerjakan soal, hanya mungkin tingkatan soalnya yang berbeda dengan siswa.

Selain itu, SMK Satria, khusus jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), mengklaim untuk perlengkapan lebih lengkap dibandingkan dengan jurusan TKR di sekolah lain.

“Bidangnya kita teknologi dan rekayasa, programnya teknik otomotif, kompetensinya teknik kendaraan ringan otomotif,” kata Nurfadlil.

SMK Satria Magelang juga berprestasi di bidang non-akademik pada tiap tahunnya. Diantaranya pada 2013 mendapat juara 1 lomba O2SN Tenis Meja tingkat SMK Kota/Kabupaten dan memperoleh juara 3 di tingkat provinsi. Pada 2014 mendapat juara 2 lomba lari 10K tingkat pelajar di Universitas Sebelas Maret, tingkat nasional.

Pada 2016, juara 1 lomba tinju amatir tingkat provinsi, juara 1 Kejurda Junior Tarung Derajat kelas 46 – 49 kg tingkat provinsi, juara 2 lomba keterampilan siswa bidang Teknik Kendaraan Ringan tingkat Kota/Kabupaten.

Ada lagi juara 3 lomba wushu tingkat Sanda Pelajar tingkat kota/kabupaten, juara 3 kejuaraan Gulat senior 46 kg Gubernur Cup tingkat provinsi.

Pada 2015 memperoleh prestasi  juara 3 tingkat OSN Fisika tingkat SMK se-Kota/Kabupaten, juara 2 lomba keterampilan siswa bidang Teknik Kendaraan Ringan tingkat kota/kabupaten, juara 1 POPDA Tenis Meja tingkat SLTA kota/kabupaten, juara 1 lomba O2SN Tenis Meja tingkat SMK kota/kabupaten.

Lalu juara 1 lomba lari 5K Dulongmas tingkat kota/kabupaten, juara 2 lomba lari 10K Dulongmas tingkat kota/kabupaten, juara 3 lomba lari 20K Dulongmas tingkat kota/kabupaten, juara 1 lomba POPNAS Tarung Derajat tingkat nasional.

Sedangkan pada 2018, memperoleh juara 3 POPDA Bulu Tangkis, juara 2 POPDA Tenis Meja, juara 3 POPDA Sepak Takraw dan juara 3 Ganda Bulu Tangkis se-Karesidenan Kedu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?