Narasumber menyampaikan materi jurnalistik di tengah proses regenerasi LPM Tidar 21. Sebanyak 46 calon anggota LPM mengikuti diksar dengan tema Membangun Kritis Generasi Progresif.

Daerah

Sebuah Proses Kaderisasi LPM Tidar 21

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Proses kaderisasi sebuah organisasi harus terus dipertahankan. Sebanyak 46 mahasiswa mengikuti pelatihan Pendidikan Dasar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Tidar 21 di Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Diksar merupakan tahap wajib yang dilalui mahasiswa untuk bergabung dengan LPM Tidar 21. Para peserta diksar kali ini terdiri dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Magelang.

Materi yang disampaikan saat diksar terdiri dari jurnalistik, fotografi, videografi dan kepemimpinan. Mereka yang mengisi merupakan pemateri dari mantan kader LPM yang sudah terjun ke dunia profesional. Untuk materi jurnalistik diisi editor surat kabar harian Magelang Ekspres Malik Salman, mantan wartawan Amron Muhzawawi dan Adi Daya Perdana wartawan surat kabar harian Radar Jogja yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang periode 2017-2020.

“Sebuah berita merupakan peristiwa yang menarik. Kawan-kawan nanti alan terjun langsung membuat berita di koran kampus,” kata Adi Daya.

Menurut dia, menulis laporan atau menyusun berita yang baik diperlukan dua tahap. Pertama memiliki kemampuan intelektual, dapat menangkap berita secara lengkap. Itu dengan syarat memiliki kemahiran melihat persoalan secara tajam.

“Selain itu juga dapat membuat perbandingan, bisa menempatkan diri dalam satu jarak dengan obyek pemberitaan serta memiliki daya kritis,” jelasnya.

Tahap yang kedua yaitu wartawan memiliki kemampuan bahasa untuk menyusun laporan dalam bahasa yang jelas. Kalimatnya sederhana atau padat dan pilihan kata yang tepat. Adapun cara untuk menyusun berita yang paling ideal untuk koran kampus adalah piramida terbalik.

“Dengan cara ini memungkinkan dilakukannya penyusutan fakta menurut nilainya masing-masing. Artinya, makin tidak penting fakta tersebut, makin ke bawah letaknya,” urainya.

Sementara itu, Amron Muhzawawi menyampaikan bahwa untuk menjadi wartawan profesional diperlukan jam terbang yang tinggi. Wartawan kampus merupakan moment yang tepat untuk melatih para mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional.

“Menjadi wartawan itu bisa jadi miskin harta, tetapi kaya akan ilmu pengetahuan,” jelas Amron.

Diksar untuk anggota baru ini berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu (22-25/11/2047). Ketua Umum LPM Tidar 21 Sulistyo menjelaskan, alumni LPM Tidar 21 beberapa diantaranya sudah bekerja di dunia jurnalistik maupun fotografi. Mereka berbekal dari pengalaman menjadi anggota di LPM Tidar 21.

Sulis menegaskan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam LPM Tidar 21 UM Magelang harus kritis dan tanggap terhadap kejadian, gejala, dan fenomena yang terjadi di lingkungan kampus maupun di masyarakat. Selain itu, anggota LPM juga diharapkan dapat menjadi kontrol sosial di masyarakat.

“Sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?