Rombongan siswa SMP N 4 Magelang sedang dalam kegiatan kunjungan di Museum Merapi Hargobinangun Yogyakarta | foto: SMP N 4 Magelang

Advertorial Daerah

SMPN 4 Kota Magelang Gelar Wisata Edukasi


MAGELANG  - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Magelang, Jawa Tengah menggunakan berbagai cara dalam mendidik siswanya. Salah satunya mengunjungi museum Merapi Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta dan Monumen Yogya Kembali, Rabu (6/11/2019).

“Memang sudah diprogramkan setiap tahun untuk kunjungan museum, tapi tahun kemarin hanya di lingkup Kota Magelang. Barangkali kalau lingkup Kota Magelang, anak – anak kan sering lewat, tahun ini dicoba untuk keluar zona Kota Magelang yaitu di Museum Merapi,” kata Pembina Kesiswaan SMP N 4 Magelang, Drs. Widiyanto, M.Pd.

Dijelaskannya, mereka bisa belajar dalam segi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), materi geografi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan materi pelajaran Bahasa Indonesia dalam hal penulisan laporan hasil pengamatan.

“Jadi kunjungan museum itu nge-link dengan mata pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indonesia itu masuk. Kesejarahan atau historis juga masuk, bagaimana riwayat kebencanaan Gunung Merapi, erupsi pertama sampai yang terakhir,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dikhususkan untuk kelas IX, karena kelas VII dan kelas VIII sudah ada kegiatan selain kunjungan museum.

Setelah dari Museum Merapi, dilanjutkan kunjungan ke Monumen Yogya Kembali untuk menggali nilai kesejarahannya. Anak – anak juga diwajibkan untuk membuat laporan hasil pengamatan secara perorangan. Kemudian disampaikan kepada guru IPS dan guru Bahasa Indonesia.

“Laporannya untuk konsumsi guru IPS dan Bahasa Indonesia, kalau guru IPA menginginkan juga bisa. Satu laporan untuk beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Anak – anak dikondisikan tidak hanya sekedar refreshing kunjungan ke tempat bersejarah saja, namun juga sebagai wisata yang mengedukasi. Pelaksanaan kegiatan bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Harapannya, mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih real dan konkrit.

“Hal yang penting kan ada muatan pendidikannya itu, bukan masalah anak diajak keluar. Memang harus ada muatan edukasinya, itu juga di dukung oleh dana BOSDA. Jadi harus dipertanggungjawabkan karena itu anggaran,” tandasnya.

Kepala SMPN 4 Magelang Drs. Lartono, M.Pd mengatakan, pembelajaran outdoor activity memang penunjang kegiatan di sekolah.

“Pembelajaran tidak hanya di kelas saja, bisa di lab sekitar kita itu lab candi itu lab gunung – gunung itu juga lab kebun binatang, sawah dan hutan juga lab. Artinya anak – anak dibiasakan dengan pendekatan Scientific Approach,” kata Lartono.

Diterangkannya, Scientific Approach merupakan pendekatan yang betul – betul mengamati. Pendekatan metode ilmiah itu diawali dengan melihat, bukan hanya teoritis di kelas saja.

Selain itu, kegiatan mengunjungi Monumen Yogya Kembali juga berkaitan dengan moment hari Pahlawan.

“Itu memupuk rasa nasionalisme, gotong royong dalam mengerjakan tugas, integritas dan religius juga dapat, karena mengagumi ciptaan Allah SWT. InsyaAllah tiap tahun kita berganti dengan tema yang berbeda, sehingga anak – anak dibuka wawasan belajar itu tidak hanya di kelas. Sekarang saatnya sudah berani melihat keluar,” terangnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?