Nadiem Makarim. l foto : bloomberg via getty Images

Nasional

Bangunan SD Runtuh, Dua Meninggal Dunia, Begini Respons Mendikbud Nadiem


JAKARTA - Insiden rubuhnya bangunan SD Negeri Gentong, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, yang menyebabkan jatuhnya dua korban jiwa, baru-baru ini, mendapat respon dari Mendikbud Nadiem Makarim. Menteri termuda di era kabinet “Indonesia Maju” itu prihatin dan berbelasungkawa.

“Saya luar biasa sedih mendengar berita rubuhnya ruang kelas tersebut. Ucapan belasungkawa saya kepada keluarga korban, baik guru maupun murid,” katanya.

“Kepada korban luka, semoga segera diberikan kesembuhan. Saya juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian rubuhnya empat ruang kelas SD Negeri Gentong,” tambahnya.

Berdasarkan laporan sementara, ruang kelas yang rubuh tersebut terdiri dari ruang kelas II A, II B, V A, dan V B SD Negeri Gentong.

Dua korban meninggal dunia tersebut adalah Irza Almira (8) siswa kelas 2, dan Sevina Arsy (19), Guru Tidak Tetap (GTT).

Sebagai ungkapan keprihatinan dan dukacita yang mendalam, Kemendikbud telah memberikan santunan kepada masing-masing korban meninggal dunia.

Untuk proses rehabilitasi sekolah yang rusak, kebijakan penanganan pascainsiden ini akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Saat ini, tim dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perencanaan Umum Kota Pasuruan untuk mendalami penyebab rubuhnya bangunan SDN Gentong.

“Saya sudah kirimkan tim dari Inspektorat Jenderal ke lokasi. Saya juga memikirkan bagaimana kita bisa menghindari hal ini tidak terjadi lagi, dan tentunya investigasi akan terus berjalan. Harapan saya adalah dengan menciptakan suatu sistem pemantauan yang lebih baik, dan kita bisa menghindari hal ini tidak terjadi lagi," jelasnya.

Atas kejadian ini, Mendikbud berharap pemerintah daerah sebagai pengelola pendidikan untuk selalu rutin memonitor dan memastikan kelayakan bangunan sekolah agar lebih aman dan nyaman dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

"Saya sudah bicara dengan Wakil Wali Kota. Kami berkomitmen untuk mendukung Pemda untuk menyelesaikan investigasinya. Dan memastikan rencana ke depan untuk menghindari hal ini terjadi lagi," jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?