Advertorial Daerah

Pengimbasan PPK Ditutup Penampilan Dalang Cilik Siswa Kelas IX

MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kota Magelang, Jawa Tengah ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai sekolah model yang mengimplementasi praktik Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan sekaligus sebagai Fasda PPK yang terintegrasi SPAB pada Oktober lalu.

Pada 1 - 3 Oktober digelar pengimbasan PPK terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diikuti 25 orang, terdiri dari pengawas, kepala SD dan SMP se-kota setempat.  Yang memberikan bimbingan teknis PPK, Tim Fasda Kota Magelang yang dihadiri dua orang Kemendikbud yang diantaranya adalah DR. Arif Sri Wiyana, S.Pd, M.Pd.

“Acara berlangsung sangat meriah dan menarik. Terutama, pada hari terakhir karena ditampilkan semua kegiatan intra maupun ekstrakurikuler,” kata Kepala SMPN 12, kepala sekolah Sarija S.Pd., MM.Pd.

Ekstrakurikuler tersebut seperti, olahraga, peragaan bela diri silat, tae kwando, seni rupa, vocal grup, pameran hasil karya siswa, karya seni wayang kulit, drumband  dan lai-lain.

Dijelaskan, saat itu, hal yang paling menarik ketika pada acara penutupan ditampilkan dalang cilik, dari siswa SMPN 12, kelas IX, yang secara spontan mengambil lakon PPK di Sekolah. Materinya kocak sehingga memancing gelak tawa para pemirsa.

“Bahkan DR. Arif Sri Wiyana, S.Pd, M.Pd selaku perwakilan dari kementerian juga selaku fasnas PPK dari Pusat Jakarta tidak lepas dari bahan cerita dalam lakon tersebut,” akunya.

Hal yang menggembirakan, ternyata para siswa dengan wasisnya bisa memerankan dalang dengan baik, walau cuma diminta secara mendadak dari kementerian untuk menampilkan pedalangan. Satu jam dilatih oleh Guru Bahasa Jawa, Asmara Setya Widada S.Pd, ternyata sangat luwes memerankannya.

“Oleh karenanya, saya sebagai kepala sekolah merasa bangga dan tergugah serta berniat akan menjadikan Seni Pedalangan dan Karawitan sebagai ekstra kegiatan di sekolah ini,” terangnya.

Seni tersebut, disamping untuk melestarikan budaya jawa yang adi luhung, sekaligus untuk menanamkan karakter kepahlawanan dan keteladanan sesuai dengan nilai-nilai moral yang adi lihung yang sekarang mulai ditinggalkan oleh gerenrasi muda kita.

“Ektra ini akan dimulai tahun depan insa Allah,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?