Saninten dan Burung Isapmadu Rote. l foto: menlhk.go.id

Opini

Cinta Puspa dan Satwa Nasional Termasuk Pengamalan Pancasila


Siedoo, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional rutin diperingati pada tanggal 5 November di setiap tahunnya. Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dimulai pertama kali pada tahun 1993. Keputusan tersebut dilandasi Kepres Nomor 4 tahun 1993 dan ditandatangani langsung oleh Presiden RI kedua, Soeharto.

Dilansir dari lintas24.com (31/10/2019), peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2019 ini mengangkat tema “Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul”.

Tahun ini ada yang istimewa dengan ditetapkannya ikon satwa dan puspa dengan nama unik. Yaitu burung Isapmadu Rote (Myzomela irianawidodoae) sebagai ikon satwa dan Saninten (Castanopsis argentea) sebagai ikon puspa.

Pemberian nama burung endemik pulau Rote tersebut telah resmi digunakan setelah ditetapkan. Presiden Joko Widodo melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Menteri Sekretaris Negara telah mengijinkan penggunaan nama Ibu Negara berdasarkan Surat Nomor B 1199/M.Sesneg/D-2/HL.01.00/12/2017 tertanggal 17 Desember 2017.

Kekayaan Hayati Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki banyak spesies tumbuhan dan hewan serta ekosistem unik. Dilansir dari suara.com (4/11/2019), lebih dari 25.000 jenis tumbuhan berbunga yang tersebar di berbagai bagian Nusantara meliputi 10 persen dari spesies tumbuhan berbunga dunia.

Selain itu, Indonesia memiliki sekitar 500 jenis hewan mamalia, sekitar 600 jenis reptil, kira-kira 1.500 jenis burung, kurang lebih 270 jenis amfibi, dan lebih dari 2.500 jenis ikan atau 45 persen dari seluruh jenis ikan di dunia.

Kekayaan tersebut menanti kepedulian generasi muda untuk melestarikannya. Sehingga pendidikan tentang kecintaan terhadap flora dan fauna sangatlah penting.

Bagian dari Pengamalan Pancasila

Berdasarkan tema di atas, maka pendidikan terhadap generasi milenial tak hanya tentang pendidikan akademis tang menyangkut ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Namun mendidik generasi milenial untuk mencintai beragam puspa dan satwa nasional, sehingga menjadi generasi Indonesia yang unggul.

Mencintai puspa dan satwa nasional berarti memiliki kebanggaan terhadap kekayaan tanah air. Yaitu menjaga sumber daya alam dan menjaga kelestarian bumi Indonesia. Sikap termasuk mengamalkan Pancasila, terutama sila ketiga Persatuan Indonesia, butir ke-4, yaitu: ‘Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan serta bertanah air Indonesia’.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa generasi milenial unggul itu bukan sekedar lincah berselancar di dunia maya, namun juga harus memiliki kecintaan terhadap negara dan bangsanya, peduli dengan kelestarian kekayaan alamnya. Termasuk mencintai puspa dan satwa nasional sekaligus sebagai bentuk pengamalan Pancasila. Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2019! (*)

Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran

Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?