Ilustrasi Pendidikan Nilai dan Sikap. l sumber : agussiswoyo.com

Opini

Bukan Umur dan Jumlah Penduduk, Ternyata Kemajuan Negara Ditentukan Faktor ini


Siedoo, Bila kemajuan suatu negara diukur dari umurnya, tentu Mesir menjadi negara paling maju. Karena negara itu sudah ribuan tahun umurnya. Banyak peradaban masa lalu Mesir yang membuat takjub, namun hingga kini bukan salah satu negara maju.

Kemudian bila banyaknya penduduk sebagai ukuran, maka India termasuk negara maju. Karena negara ini menduduki ranking kedua sebagai negara berpenduduk padat setelah China. Namun juga masih belum menjadi salah satu negara maju. Bahkan seperti Indonesia, India termasuk negara dunia ketiga.

Lalu apa yang menjadikan suatu negara disebut negara maju? Mari kita lihat fakta yang bisa dibuktikan sebagai suatu ukuran kemajuan suatu negara.

Kemajuan Pendidikan

Kita lihat negara Jepang, sebagai salah satu negara di Asia Timur yang tidak seluas Indonesia, penduduknya tidak sepadat Indonesia Indonesia, dan sumber daya alamnya tidak sekaya Indonesia. Namun Jepang menjadi salah satu negara maju saat ini.

Melihat sejarah, Jepang juga tidak setua Mesir. Namun sejarah Jepang mencatat ketika Perang Dunia II berakhir, dan Jepang bertekuk lutut terhadap Sekutu. Di mana usai Hiroshima dan Nagasaki dibom atom Amerika, kaisar Jepang bertanya kepada rakyatnya. Bukan berapa korban jiwa atau seberapa parah kehancuran dua kota itu. Tapi berapa guru yang selamat dan masih hidup. Menakjubkan!

Sebuah pertanyaan yang mencengangkan itu memiliki maksud yang dalam dari seorang pemimpin negeri. Artinya, kaisar Jepang sangat peduli terhadap pendidikan negaranya. Bahkan dengan guru yang tersisa, Jepang yakin mampu membangun kembali negaranya dari kehancuran.

Buktinya, saat ini kemajuan pendidikan masyarakat Jepang mengantarkan negara Matahari Terbit ini termasuk salah satu negara maju di dunia. Kemajuan teknologi Jepang diakui dunia.

Pendidikan Nilai dan Sikap

Apakah hanya dengan pendidikan saja Jepang menjadi negara maju? Ternyata tidak. Negara ini menjadi salah satu negara yang menjunjung tinggi adat dan tradisi, memelihara nilai-nilai luhur peninggalan nenek moyang mereka. Kebudayaan Jepang tetap lestari meski kemajuan teknologi melanda dunia, dan ternyata Jepang mampu pula maju di bidang teknologi.

Banyak budaya Jepang yang tetap dilakukan masyarakatnya hingga kini. Mulai budaya membaca dan menulis, kesenian, bahasa, dan memelihara adat ketimuran, yaitu tatakrama. Jepang sangat mengedepankan pendidikan nilai dan sikap untuk masyrakatnya.

Indonesia Punya Modal Segalanya

Sikap masyarakat Jepang tersebut yang perlu dicontoh Indonesia untuk menjadi negara maju. Terlebih, dibanding Jepang, Indonesia lebih luas wilayahnya, lebih banyak penduduknya, lebih kaya sumber daya alamnya. Bahkan Indonesia juga memiliki adat ketimuran yang tidak kalah dengan Jepang. Perbedaannya hanya pada sikap yang dimiliki penduduknyan.

Indonesia punya modal segalanya dibanding Jepang, tinggal bagaimana pendidikan sikap yang akan dilakukan negara kita. Masih ingin mengadopsi kurikulum mancanegara? Masih akan mengedepankan nilai akademis dibanding nilai sikap? Masihkan mendewakan budaya barat dibanding karakter Indonesia?

Semua itu menjadi pemikiran semua pihak. Mulai dari tataran atas hingga ke bawah. Bahwa untuk memajukan bangsa, dimulai dengan kemajuan pendidikan nilai dan sikap. Sehingga bangsa Indonesia ke depan menjadi bangsa yang pintar, cerdas, maju, namun tetap berbudaya dan memiliki sikap terpuji dan berbudi luhur. (*)

Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran

Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?