Nasional

Berikut Lima Isu Prioritas Perempuan dan Anak yang Disoroti Menteri Bintang

JAKARTA - Ada lima isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang diamanahkan Presiden RI, Joko Widodo pada Menteri Kabinet Indonesia Maju beberapa waktu lalu. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyatakan, ada harapan yang sangat besar terkait isu PPPA dari masyarakat.

“Kelima prioritas isu PPPA akan kami lakukan dengan maksimal dengan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L), Lembaga Masyarakat, organisasi perempuan, dan stakeholder lainnya,” katanya.

Pihaknya memiliki kewenangan terbatas sebagai kementerian koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan. Ia berharap sinergi terkait pembangunan PPPA yang dijalin tidak hanya sekadar wacana, namun dapat diimplementasikan.

Dijelaskan, lima isu prioritas yang menjadi fokus pembangunan PPPA berdasarkan arahan Presiden RI. Pertama, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Kedua, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak. Ketiga, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat, penurunan pekerja anak. Kelima, pencegahan perkawinan anak.

Lebih jauh dijelaskan, upaya yang tengah dilakukan Kemen PPPA terkait pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Yakni, melakukan sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program MEKAAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejatera).

“Untuk menjangkau sekitar 5,5 juta perempuan Indonesia yang telah dibimbing dan 36 ribu pendamping yang mayoritas perempuan,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mendorong semua K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK agar ikut memberikan perhatian dan ikut berperan dalam menyukseskan program Kemen PPPA terkait lima prioritas pembangunan PPPA.

“Saya berpesan, kepada seluruh K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK untuk memberikan perhatian khusus kepada Kemen PPPA agar program terkait pembangunan PPPA dapat dibantu sehingga bisa berjalan secara maksimal. Kita perlu mewujudkan kesadaran kolektif betapa pentingnya peran perempuan karena mereka adalah sumber generasi bangsa dan anak adalah generasi penerus kita,” ucap Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Sesuai Visi dan Misi Presiden, target indikator makro Bidang PMK 2024 adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,54, tingkat kemiskinan turun sebesar 6,5% - 7,0%, dan Indeks Gini Ratio sebesar 0.370 – 0,374.

Dalam pertemuan tersebut, Menko PMK beserta seluruh menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK juga menandatangani Kesepakatan Bersama Pencapaian Visi dan Misi Presiden serta Sasaran dan Target Bidang PMK dalam RPJMN 2020 – 2024.

“Peranan Kemenko PMK adalah melakukan koodinasi, sinkronisasi, koordinasi, serta pengendalian terhadap program - program K/L di bawah koordinator Kemenko PMK untuk memastikan bahwa program - program tersebut memiliki hubungan yang saling tali - menali, koheren, saling mendukung, melengkapi, dan menyempurnakan untuk mencapai sasaran yang telah disepakati bersama,” bebernya.

"Karenanya, saya berharap agar K/L segera memilih program - program strategis apa yang harus disinergikan dengan K/L lainnya,” tambahnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?