Advertorial Daerah

Jangan Salah, Peran Ayah dalam Parenting juga sangat Penting

MAGELANG  - Pendidikan anak usia dini (PAUD) Islam Terpadu (IT) Asy Syaffa 2 Magelang, Jawa Tengah mempunyai gagasan baru dalam mengadakan kegiatan parenting. Khusus dalam hal ini ialah parenting ayah. Karena keterlibatannya dalam mengasuh anak mempunyai dampak yang besar.

“Latar belakang kenapa kami ingin ada parenting ayah, karena selama ini image masyarakat bahwa urusan anak itu adalah urusan ibu. Padahal pendapat dari para psikolog, sebenarnya kedekatan anak terhadap ayahnya itu sangat berperan besar untuk perkembangan anak,” kata Kepala PAUD IT Syaffa 2 Magelang, Siti Banatun Nafiah, S.Pd.

Terutama dari aspek kepercayaan diri, mental dan kemampuan dalam mengelola emosi dalam diri anak. Sementara itu, di lingkungan PAUD IT Syaffa 2 Magelang mayoritas yang mengurusi segala sesuatunya adalah ibu.

“Indikatornya ketika setiap kali kita mengadakan pertemuan orang tua, maka yang hadir itu sekitar 95 persen ialah ibu. Kemudian kami menilai bahwa memang kurang kehadiran ayah untuk anak. Sedangkan kami menginginkan anak yang lebih kuat dibandingkan hanya dia (anak) dekat dengan ibunya,” ulasnya.

Pihaknya mencoba berani untuk mengundang khusus ayah. Ternyata saat dipraktikkan pada Minggu  (13/10/2019) pihaknya merasa berhasil. Banyak ayah dari siswa PAUD itu yang datang. Jumlahnya 110 orang.

“Ini respon yang luar biasa sehingga kami bisa menyampaikan kepada para ayah, bahwa sangat perlu untuk dekat dengan anak,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, diberikan materi bahwa ayah sebagai pembentuk kurikulum dalam keluarga dan ibu yang mengoperasionalkannya. Ayah membuat dan menentukan kurikulum pendidikan yang harus diberikan kepada anak. Sedangkan ibu yang menyampaikan kepada anak. Kurikulum tersebut harus dipegang ketat.

“Jadi ayah itu inginnya membangun rumah tangga yang seperti apa dan nanti anaknya mau dibentuk seperti apa. Hal itu harus kontrol terus, disamping itu kehadiran dengan anak juga diusahakan harus ada. Kemudian melatih cara berkomunikasi dan cara pendekatan kepada istri,” ujarnya.

Dijelaskan, ada catatan bahwa seorang suami yang baik adalah suami yang baik terhadap istrinya. Ketika istri dalam kondisi tenang dan nyaman, maka akan tenang dan nyaman juga ketika membersamai anak-anaknya.

Diterangkan, kedekatan anak dengan ayah sudah memberikan dampak sejak anak lahir. Sebuah riset oleh The Father Involvement Research Alliance (Unites State) menunjukkan sejumlah fakta, bahwa pola pengasuhan ayah memiliki sejumlah keunggulan dibanding ibu.

Terkait rasa aman, lanjutnya, kedekatan dengan ayah akan membuat anak merasa aman secara emosional, percaya diri dengan situasi baru dan keinginan kuat untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar, ketika tumbuh dewasa akan lebih memasyarakat.

Ditandaskan, dalam hal kecerdasan intelektual dan sosial, anak yang dekat dengan ayah akan lebih pandai mengatasi masalah dan memiliki IQ lebih tinggi menjelang usia 3 tahun.

"Kecerdasan intelektual memang diturunkan secara genetik oleh ibu, tapi ayah yang mengembangkannya," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?