Nasional

Berikut Harapan Politisi Senayan pada Mendikbud Nadiem Makarim

JAKARTA - Anggota DPR RI Ferdiansyah berharap kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru Nadiem Makarim segera melakukan hubungan dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan para pemangku kepentingan pada sektor pendidikan.

“Saya hanya berkomentar, mudah-mudahan Pak Menteri yang baru itu segera melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga, dia bisa menjawab kebutuhan di masyarakat dengan keinginan presiden,” kata Ferdi, sapaan akrabnya, dilansir dari dpr.go.id.

Adanya penggabungan nomenklatur Pendidikan Tinggi ke dalam Kemendikbud, setelah sempat disatukan dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2014 lalu, membuat sektor pendidikan dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Menengah, hingga Pendidikan tinggi akan terkonsentrasi menjadi satu. Ferdi menilai hal ini bukannya akan berjalan tanpa hambatan.

“Kita punya pengalaman adanya pembagian antara Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman itu memang pasti ada sedikit hambatan-hambatan dengan digabungkannya kembali antara pendidikan tinggi dan jenjang pendidikan dari PAUD, yang dulunya terpisah kini digabung lagi,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Meski demikian, Ferdi mengatakan hambatan bisa diatasi dengan kembali melakukan koordinasi. Dirinya mengarisbawahi hal tersebut sebagai bagian yang kerap kali mudah untuk dikatakan, namun ketika dilaksanakan sering menemui hambatan.

“Saya punya keyakinan, ini bisa berjalan tapi jangan terlalu lama. Seandainya ada penyesuaian, kami minta pada Pemerintah penyesuaian selama 3-4 bulan aja. Jangan lebih dari itu,” imbuhnya.

SDM Unggul menjadi poin pertama yang disampaikan Presiden Jokowi saat resmi dilantik pada akhir pekan lalu di hadapan Anggota MPR RI. Dengan demikian, pendidikan selayaknya menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Namun, Ferdi menyayangkan meski sudah menjadi prioritas utama, agenda pendidikan yang mengarah vokasi masih belum mendapatkan perhatian di masyarakat.

“Nampaknya ketika mengarah pada vokasi masih yang dianggap orang pemahamannya masih beda di masyarakat bahwa pendidikan vokasi itu tidak keren, pendidikan vokasi itu bukan sarjana, ini yang harus juga diberikan karena image masyarakat masih agak kurang pas mengenai pendidikan vokasi,” tandas Ferdi.

Ia menyarankan perlu adanya kampanye mengenai pendidikan vokasi guna meminimalisir kelemahan dan kekurangan yang saat ini belum optimal dijalankan oleh pemerintah.

“Padahal, untuk ke depannya dan saat ini sudah ada Sarjana Terapan, bahkan Profesor Terapan pun sudah ada, itu sebagai kebijakan DPR bersama Dikti saat itu,” tutup Ferdi.

Melansir dari cnbcindonesia.com, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan tugas pertamanya adalah melakukan koordinasi dalam berbagai macam termasuk koordinasi dengan berbagai direktur jenderal (dirjen) dalam Kemendikbud.

Nadiem menambahkan tugasnya sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan ke depan akan semakin berat tetapi dia optimistis bisa menyelesaikannya.

"Sangat optimis, banyak sekali tugas, berat sekali tanggangannya tapi saya optimistis," jelasnya.

Nadiem juga menanggapi soal penyatuan kembali Dikti atau Pendidikan tinggi ke Kemendikud. Menurutnya hal tersebut memang perlu dilakukan.

"Ini harus dilakukan agar strateginya terpadu diantara seluruh institusi pendidikan. Biar lebih terpadu strateginya," jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?