Advertorial Daerah

SMPN 4 Kota Magelang Kedepankan Empat Bahasa

MAGELANG  - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Magelang, Jawa Tengah menggelar seminar kebahasaan, Rabu (23/10/2019). Hal ini dilakukan untuk memperingati Bulan Bahasa. Sebagai pesertanya siswa kelas VII, VIII dan IX yang diwakili lima anak dalam masing – masing kelasnya.

Nantinya akan dilanjutkan dengan workshop pembuatan puisi dan artikel. Diharapkan nantinya dalam penyusunan seperti isi dan kalimat, bisa mendapatkan arahan dan petunjuk dari pemateri. Semua itu dilakukan tidak lain untuk menumbuhkan kemampuan berbahasa dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah.

“Setiap tahun, Bulan Bahasa ini kita adakan di sekolah. Dalam Undang – Undang Dasar 1945 bahwa Bahasa Indonesia itu sebagai pemersatu,” kata kepala sekolah, Drs. Lartono, M.Pd.

Dijelaskannya, di Bulan Bahasa ini tidak hanya bahasa Indonesia, tapi ada kegiatan story telling menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Ada kegiatan membaca huruf Jawa yang artinya sebagai wujud dalam nguri-uri budaya Jawa. Direncanakan untuk tahun depan akan ada bahasa Arab, sehingga melingkup dalam empat bahasa.

Insyaallah kalau keempatnya (bahasa Indonesia, Inggris, Jawa, Arab) ini kita kuasai, donyane oleh akhirate yo oleh (dunia dapat, akhiratnya juga dapat),” ujarnya.

Lartono menambahkan, bahwa literasi, tulis menulis atau jurnalistik yang sepertinya dinilai sepele, banyak orang membaca tapi kalau orang menulis itu belum tentu. Maka dalam seminar tersebut dihadirkan pemateri seorang penulis produktif.

Pemateri seminar kebahasaan Agus Mulyadi mengaku, dirinya membawakan materi dalam hal menulis kreatif. Arahnya lebih kepada bagaimana dirinya memulai dunia tulis menulis dan cara mencari ide dalam menulis. Tentunya hal tersebut disesuaikan dengan level jenjang anak SMP.

“Saya kan tipikal penulis personal literature, kalau dalam dunia tulis menulis istilahnya disingkat PeLit. Kita menulis soal diri sendiiri, teman, keluarga atau semacam diary,” kata Agus.

Agus menerangkan, dalam mencari ide hampir selalu membawa kamera ketika pergi kemana saja, karena selalu bertemu dengan momen yang mungkin menarik dan unik untuk ditulis. Momen yang diabadikan dari kamera bisa dijadikan bahan ide untuk menulis.

“Saya sering menulis hal – hal yang lucu, jadi setiap momen saya cari sudut dari pandang lucunya. Jadi kan banyak orang yang genrenya menulis tentang kemanusiaan, ada menulis humor. Saya memilih genre humor,” tuturnya.

Kaitannya dengan anak SMP tidak perlu target seperti ke humor atau kemanusiaan, namun hal yang paling pokok ialah menumbuhkan semangat menulis dulu dari anak SMP.

“Anak SMP sudah mau menulis itu sudah bagus, jadi setidaknya dari anak SMP atau SMA itu lebih ke pada kedisplinan, kemauan untuk menulis. Kalau untuk teknis dan sebagainya itu nanti bisa diasah, mereka akan baca banyak artikel, mereka akan punya gaya tersendiri dan itu dibangun sejak SMP,” terangnya.

Salah satu langkah dalam membangun rangsangan untuk menulis, bisa dilakukan dari banyak membaca dulu. Orang cenderung untuk mengikuti apa yang dibaca.

“Saya pikir hampir semua hal dan lini kehidupan berhubungan erat dengan dunia menulis. Dunia film pada akhirnya juga berhubungan dengan menulis script, dunia pemerintahan dalam komunikasi publik nanti juga muaranya ke tulis menulis,” imbuhnya.

Selain itu, berbagai lomba diadakan diantaranya, lomba cipta puisi, artikel, kliping, pojok baca, membaca tulisan aksara Jawa, story telling dan menyanyi. Sebelumnya dilakukan pelepasan balon seusai upacara sebagai tanda dimulainya kegiatan memperingati bulan bahasa.

“Jadi ini program dari perpustakaan setiap tahun yang kita laksanakan untuk meningkatkan kegiatan literasi anak,” kata Ketua Panitia peringatan Bulan Bahasa SMP N 4, Setyowati, S.Pd.

Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh semua warga sekolah SMP N 4 Magelang, terutama semua guru bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Jawa sebagai koordinator dan tim penilai dalam perlombaan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?