Kepala SMP N 1 Magelang, Nurwiyono S.N, M.Pd usai penyerahan piala kepada para siswa berprestasi.| foto: SMP N 1 Magelang

Advertorial Daerah

Maksimalkan School Base Management, SMPN 1 Kota Magelang Banyak Tuai Prestasi


MAGELANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Magelang, Jawa Tengah sebagai sekolah rujukan terbilang kerap mengukir prestasi dalam setiap ajang perlombaan tingkat kota, provinsi, nasional dan internasional. Hal tersebut merupakan efek dari penerapan School Base Management yang dimaksimalkan.

“Pastinya kita menerapkan di sekolah ini tentang School Base Management. Ada tiga hal yang dilaksanakan dalam pengelolaan, pertama adalah transparansi di dalam melaksanakan semua kegiatan. Termasuk, dalam anggaran kegiatan kepada guru, karyawan, orang tua dan stake holder yang lain kita transparan, semua boleh melihat,” kata Kepala SMPN 1, Nurwiyono S.N, M.Pd.

Kedua akuntabilitas, semua bisa dipertanggung jawabkan. Semua kegiatan harus bisa didiskusikan sehingga suatu saat diaudit dari manapun tidak akan ada masalah. Ketiganya ialah demokratisasi atau pemberdayaan semua guru.

Pihaknya membagi beberapa standar, ada delapan standar nasional mulai dari standar isi, kompetensi kelulusan, proses, penilaian, pembiayaan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan parasarana, pengelolaan.

“Kita masih ada menambah budaya lingkungan, kompetensi siswa dan kehumasan, itu berdayakan semua. Semuanya guru dilibatkan di situ. Semua diajak merancang kegiatan dan membuat usulan anggaran. Kalau ter-cover semuanya, teman – teman (guru) silahkan gunakan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Peningkatan mutu guru juga dilakukan melalui kegiatan workshop. Sedangkan untuk siswa dilakukan seleksi sesuai dengan kemampuan siswa masing – masing.

Nurwiyono menuturkan, semua anak mempunyai potensi yang berbeda. Pihak sekolah mewadahi semua potensi dari berbagai bidang yang dimiliki tiap siswa seperti, matematika, Karya Ilmiah Remaha (KIR), olahraga dan keagamaan.

“Kita di sini ada guru pembimbing, misal agar lebih maksimal kita mendatangkan pembimbing dari luar. Jadi semua tidak hanya pelajaran, olahraga, seni dan agama semuanya oke,” imbuhnya.

Pada Oktober 2019, tercatat sekitar empat puluh dua piala dari berbagai perlombaan telah diraih, seperti dalam perlombaan MAPSI tingkat Kota Magelang. Masing – masing mendapat juara 1 di bidang Cerdas Cermat, Tartil Putra, Tartil Putri, Tahfid Putra, Tahfid Putri dan Tilawah Putra. Juara 2 Tilawah Putri, Juara 2 Khitobah Putra, Juara 3 Khitobah Putri dan Juara 3 di bidang kaligrafi putra dan juara 3 untuk putri.

Bidang olahraga juga diraih seperti dalam kejuaran Internasional Taekwondo Piala Pakualam X ke-2, Kyorugi ICTU  Under 35 Kg Putra mendapat juara 3. Kejuaran Taekwondo Pelajar Tingkat Karesidenan Kedu Dispora Cup Kabupaten Magelang V, Juara 1 Kyorugi Under 40 Kg Putri, juara 3 Kyorugi Under 45 Kg Putra, juara 2 Kyorugi Under 51 Kg Putra, juara 2 Kyorugi Under Over 51 – 55 Kg Putri, juara 3 Kyorugi Under 50 Kg Putra.

Juara 3 Kompetisi Bola Basket tingkat provinsi Jawa Tengah,  Juara 1 putra dan juara 1 putri dalam ajang Gala Desa tingkat Kota Magelang, kelas lari sprint contest 60 meter. Juara 3 Band dalam Olimpiade Bosa (SMA Bopkri 1, Yogyakarta).

Selain itu Nurwiyono mengaku, berkaitan dengan bulan bahasa pada Oktober akan mengadakan kegiatan. Salah satunya sudut baca. Dirinya terkejut ketika mendapat respon luar biasa dari wali murid yang ikut membantu untuk membenahi kelas dan mengecat kelas.

“Jadi ada satu kelas izin untuk membenahi kelas, saya izinkan. Saya orientasinya bagaimana anak merasa memiliki dan tanggung jawab juga dengan kebersihan kelas. Kemudian untuk sudut baca sendiri bagaimana menggerakkan literasi, anak tidak hanya membaca tapi juga membuat hasil karya sehingga bisa dipajang di kelasnya. Sebenarnya orientasinya hanya itu namun respon dari orang tua sangat luar biasa,” ungkapnya.

Hal tersebut mendapat respon baik dari Forum Komunitas Orang Tua (FKOT) yang ikut menyumbangkan ide, tenaga dan materi untuk menghias kelas tersebut.

“Selama tidak memberatkan ya monggo yang penting tidak ada yang merasa keberatan. Kita hanya membuat stimulan yang sebelumnya ada lomba kebersihan. bagi kelas yang menang mendapat hadiah berupa uang untuk digunakan ngecat dan memperbaiki kelas. Orang tua malah menambahkan dan ternyata ada orang tuanya seorang desainer interior,” ujarnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?