Rektor Universitas Al Azhar Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrosowi dan Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif M.Si, l foto : mentari.news.

Internasional Kegiatan

Proses Setahun, Akhirnya Bahasa Indonesia Diajarkan di Universitas Al Azhar Mesir


MESIR - Upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai ‘Bahasa Internasional’ menorehkan sejarah baru. Bukan saja lewat forum-forum internasional, namun lebih pada upaya mengajarkan Bahasa Indonesia di lembaga-lembaga pendidikan. Seperti dilakukan di Universitas Al Azhar, Mesir.

Upaya tersebut berhasil dilakukan oleh tiga universitas terkemuka di tanah air yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Gadjah Mada (UGM) serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ketiga universitas tersebut menjadi pelopor program pengajaran Bahasa Indonesia di universitas terkemuka di Mesir tersebut.

Butuh Proses Satu Tahun

Dilansir dari ums.ac.id (10/10/2019), diketahui proses hadirnya mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar tersebut berlangsung lebih dari 1 tahun yang lalu. Titik awalnya adalah adanya Rektor Al Azhar Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrosowi dan Grand Syaikh Prof. Dr. Ahmad At-Thoyyib berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Mei 2018.

Akhirnya, pada Rabu (9/10/2019) program pembelajaran Bahasa Indonesia di Mesir tersebut berhasil dilaunching dan diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Rektor Universitas Al Azhar Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrosowi, Duta Besar RI Helmy Fauzi, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Sofyan Anif M.Si, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono dan Wakil Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Isyroqun Najah.

Dipelopori Tiga PTN

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar adalah bentuk kerjasama tiga universitas terkemuka di Indonesia dengan Al Azhar yakni UMS, UGM dan UIN Malang. Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing ke-16 yang diajarkan di Universitas Al-Azhar. Bahasa Indonesia menempati urutan ke-6 bahasa yang sering digunakan di dunia.

Rektor Al Azhar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada KBRI Kairo yang telah memfasilitasi dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah di Fakultas Bahasa dan Tarjamah Universitas Al Azhar yang ke depan akan dijadikan sebagai program studi.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif M.Si, mengatakan, kerjasama dengan KBRI Kairo tersebut merupakan bentuk kongkrit Indonesia membantu Universitas Al Azhar dalam membuka Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar. Dr. Sofyan Anif merasa bangga kampus yang dipimpinnya bisa memasyarakatkan Bahasa Indonesia di kancah internasional.

“Karena itu kami akan mendukung secara penuh pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Mesir ini, terlebih lagi ini bagian dari tanggungjawab kami sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Selain UMS, juga ada UGM dan UIN Malang yang terlibat dalam pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Mesir ini,” papar Prof Sofyan Anif.

Kepentingan Rakyat dan Bangsa Indonesia

Sofyan Anif menambahkan, pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di universitas terkemuka di Mesir ini bukan hanya untuk kepentingan UMS dan Muhammadiyah semata melainkan jauh lebih strategis adalah untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia diakui dan mendapat tempat di hati orang-orang Mesir,” tambahnya.

Dikatakan Prof. Sofyan Anis, UMS merasa punya tanggung jawab besar untuk bangsa. Dukungan diberikan karena UMS berkepentingan sebagai leading sector Perguruan Tinggi Muhamamdiyah (PTM). Apalagi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Mesir sudah berdiri tegak dan siap mendukungnya secara total.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, berterima kasih dengan UMS, UGM dan UIN Malang yang menggandeng Universitas Al Azhar dalam mengenalkan dan memasyarakatkan Bahasa Indonesia sebagai bahan kajian ilmu di Universitas Al Azhar yang merupakan perguruan tinggi bergengsi di negara tersebut.

“Selaku wakil dari pemerintah, kami mengucapkan terimakasih kepada UMS, UGM dan UIN Malang atas prakarsa pembukaan Prodi BI di Al Azhar. Ini sangat bagus bagi pengembangan dan makin mengenalkan bahasa Indonesia di Timur Tengah,” ungkapnya.

Helmy juga berharap Bahasa Indonesia makin dikenali dan diminati oleh para mahasiswa di Universitas Al Azhar. Pihaknya juga siap membantu untuk kepentingan kerjasama antar perguruan tinggi tersebut. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?