GSI SMP. l sumber : suaramerdeka.com.

Nasional

Jawara GSI SMP Berpeluang Belajar Sepak Bola di Luar Negeri


JAKARTA - Kompetisi sepak bola jenjang pendidikan SMP, Gala Siswa Indonesia (GSI), tingkat nasional tahun 2019 kembali digelar, 8 sampai 19 Oktober mendatang. Ajang ini diikuti siswa dari 34 provinsi se-Indonesia.

Pertandingan GSI tingkat nasional dilaksanakan di dua lapangan. Yakni, di Stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, dan Stadion Cendrawasih Cengkareng, Jakarta Barat.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, mengungkapkan, penyelenggaraan GSI dilaksanakan secara bertahap. Mulai dari tingkat sekolah, kemudian tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, dan tingkat provinsi.

Pada tingkat kecamatan di ikuti oleh 2.524 kecamatan, dengan jumlah pertandingan sebanyak 3.517 kali. Kemudian yang lolos bertanding di tingkat kabupaten 268 tim dengan jumlah pertandingan sebanyak 1.351 kali.

Lalu yang lolos di tingkat kabupaten maju ke pertandingan tingkat provinsi dengan jumlah pertandingan 335 kali. Jumlah sekolah yang terlibat dalam GSI sebanyak 11.723 sekolah, dengan melibatkan 122.979 siswa.

“Jadi yang sudah datang ke Jakarta ini adalah mereka yang terbaik di antara yang terbaik. Saya berharap pelaksanaan GSI ini dapat menumbuhkan talenta-talenta yang luar biasa dan maju bersama memajukan persepakbolaan Indonesia,” katanya.

Kompetisi tersebut digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Ini yang kedua kalinya, setelah tahun lalu kita berhasil melaksanakan. Penyelenggaraan GSI memiliki landasan hukum yang sangat kuat yaitu berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Mendikbud berharap agar para siswa yang berlaga dalam pertandingan ini bisa menunjukkan bakat dan permainan terbaik mereka. Pemenang kejuaraan ini akan mendapatkan kesempatan berlatih sepak bola dari klub terkenal di luar negeri.

“Satu lagi pesan saya, jaga sportivitas, junjung tinggi kejujuran, bermainlah dengan cerdas, tunjukkan bahwa anak-anak SMP Indonesia bisa diandalkan bermain sepak bola,” kata Mendikbud.

Diakuinya, seperti tahun lalu, akan yang nanti menjadi juara untuk mendapatkan kesempatan berlatih ke luar negeri, mengikuti pelatihan di beberapa klub sepak bola yang terkenal baik di Asia maupun di Eropa.

“Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik. Karena itu, kalau ingin Anda semua berangkat keluar negeri untuk mengikuti pelatihan khususnya di klub-klub terkenal, jadilah juara pada kesempatan kali ini,” imbuhnya.

Penyelenggaraan GSI, kata Mendikbud, harus menjadi titik balik dunia persepakbolaan Indonesia. Namun harus disadari bahwa kerja sama antar instansi sangat penting untuk pembinaan bibit-bibit unggul di bidang persepakbolaan.

“Harapan besar saya untuk event GSI ini akan bisa terdeteksi talenta-talenta hebat yang memiliki bakat istimewa di bidang persepakbolaan. Tapi memang Kemendikbud tidak mungkin berjalan sendirian. Karena itu, harapan kami agar pihak Kemenpora akan memberikan dukungan. Begitu pula dengan KONI dan PSSI,” tuturnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?