Kepala SMK Muhammadiyah Magelang, Atiningsih, S.Pd sedang memaparkan bentuk sanksi bagi anak yang terlambat kepada wali murid | foto : SMK Muhammadiyah Magelang

Advertorial Daerah

Bahas Kemajuan Siswa, Pihak Sekolah dan Wali Murid Jalin Komunikasi


MAGELANG  - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah, berupaya menyelaraskan pendidikan anak di jenjang SMK dan lingkungan keluarga. Salah satunya melalui pertemuan pihak sekolah dengan wali murid kelas X.

“Tujuannya agar kita ada komunikasi satu arah dalam hal mendidik anak, antara anak dengan orang tua. Pihak orang tua harus tahu bagaimana tata tertib di sekolah,” kata Kepala SMK Muhammadiyah setempat, Atiningsih, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan penandatangan memorandum of understanding (MOU) dengan wali murid dan anak, sebagai bentuk kesepakatan dalam tata tertib sekolah. Hal tersebut agar tidak terjadi semacam komplain atau tuntutan dari wali murid dan siswa.

Selain itu juga dilakukan sosialisasikan kegiatan seperti kunjungan industri dan persayaratan apa saja yang harus dipenuhi dalam hal kenaikan siswa. Memberikan laporan belajar siswa dan penjelasan dana pengembangan sekolah.

Jika ada anak yang melanggar tata tertib maka pihak sekolah memberikan sanksi yang sifatnya membina, bukan menghukum.

Diimbuhkannya, bagi anak yang terlambat diberikan kaos khusus untuk dikenakan sebagai sanksi selama jam belajar di sekolah dan memberikan efek jera.

Waka Humas SMK Muhammadiyah, Latifah Fatmawati, S.Pd menyampaikan, anak – anak diutamakan terlebih dahulu pendidikan karakter.

“Anak pintar tapi kalau tidak punya karakter yang bagus, justru nanti malah tidak baik. Jadi tahun ini kita mulai adakan apel pagi, salat duha dan lain sebagainya untuk pendidikan karakter yang lebih baik. Yang namanya orang tua tidak bisa mengawasi anak – anak di sekolah, guru tidak bisa mengawasi anak – anak selama 24 jam. Jadi ada kerja sama antara sekolah dengan orang tua,” paparnya.

Pemaparan tentang program sekolah seperti kegiatan kunjungan industri juga disampaikan dalam pertemuan tersebut. Kunjungan industri disesuaikan dengan kompetensi keahliannya masing – masing.

“Tujuan dari kunjungan industri ini, karena anak SMK nanti prioritasnya untuk kerja walaupun ada juga yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Jadi agar anak itu bisa melihat langsung bagaimana kegiatan di dunia industri atau lapangan secara nyata, jadi bisa meningkatkan kompetensinya sesuai jurusannya masing – masing,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga berencana meningkatkan pelayanan, melalui pelatihan Front Office (FO) untuk guru dan karyawan yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Kota Magelang. Guru dan karyawan yang juga dinilai sebagai pelayan masyarakat, diharapkan nantinya bisa lebih mendalami tentang ilmu FO. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?