Anak berkreasi den berinovasi dengan barang bekas. l foto: muslimfamilia.com

Opini

Cara Sederhana Mengarahkan Anak Menjadi Kreatif dan Inovatif


Siedoo, Anak merupakan kebanggaan setiap keluarga. Kepada mereka orangtua berharap menjadi generasi lebih baik, cerdas dan berkualitas. Namun juga tetap berakhlak, berkarakter dan mandiri. Sehingga orangtua perlu mendidik dengan baik dan benar dari kecil.

Sudah maklum, anak banyak tingkahnya, lucu, dan menggemaskan, namun kadang mereka juga banyak akal. Itu pertanda imajinasi anak berjalan normal. Hal itu kadang disertai keingintahuan yang besar.

Maka jangan heran anak sering membongkar mainannya sendiri, karena penasaran ada apa di dalamnya. Atau penasaran mengapa bisa bergerak, apa sebabnya, dan sebagainya. Tak perlu dimarahi bila akhirnya mainan itu menjadi tidak berfungsi atau rusak. Karena anak-anak (terutama balita) masih suka ‘terima bongkar, tidak terima pasang’.

Terhadap sesuatu yang baru dan hal-hal kreatif tentu sangat mudah dalam menarik perhatian anak. Akan tetapi, harus tetap membutuhkan banyak hal yang membuat mereka merasa nyaman dan selalu penasaran.

Banyak hal baru yang mampu menumbuhkan daya inovatif anak menjadi semakin berkembang dan mampu memberikan banyak segi positif. Di mana hal itu semakin lama mampu membuat anak mampu mengolah daya pikirnya dan semakin kreatif.

Untuk itu, hal penting yang dilakukan orangtua adalah mengetahui bagaimana mendidik dan mengarahkan anak menjadi kreatif dan inovatif. Berikut cara sederhaana yang dapat dilakukan orangtua menyikapi hal itu.

  1. Ajak Anak Belajar Sambil Bermain

Bisa jadi, belajar adalah hal yang terbilang membosankan, terlebih untuk anak-anak. Karena dunia anak-anak masih sangat luas untuk berkembang dan selalu ingin mengenal hal baru. Maka tidak ada salahnya apabila orang tua lebih memilih untuk mencari cara agar arena bermain atau ruang belajar dan waktu belajar mereka dikondisikan lebih menyenangkan.

Salah satunya adalah dengan mengajak belajar sambil bermain. Misalnya saja mengajak anak untuk bermain lego, maka orangtua dapat mengajari anak mengenai cara menata lego menjadi sebuah bentuk tertentu yang bermakna tertentu. Atau dengan kata lain menggambarkan suatu benda yang sering mereka lihat, seperti rumah atau mobil.

Selain itu, orangtua bisa sambil mengenalkan pada anak mengenai macam-macam warna yang ada pada lego. Juga belajar menghitung jumlah lego yang dibutuhkan, dengan demikian, dengan cara sederhana ini orangtua sudah mendidik sekaligus membuat anak nyaman dan senang. Karena hal tersebut tetap dilakukan dengan penuh keceriaan.

  1. Berikan Anak Pilihan saat Belajar

Dalam belajar perlu diciptakan kehangatan. Hal itu dapat dilakukan dengan memberi anak pilihan. Ini akan mendorong daya pikir anak menentukan yang tepat untuk dipilih.misalnya saat mewarnai gambar dengan pensil warna atau crayon.

Pada saat itu orangtua dapat memberikan pilihan kepada anak mengenai gambar mana yang akan ia pilih untuk diwarnai. Atau bahkan, ia juga bisa memilih warna apa yang akan ia pilih untuk memberikan warna pada gambar tersebut.

Dengan demikian, anak akan mampu teguh pada pendiriannya, serta belajar bertanggung jawab dengan pilihannya tersebut.

  1. Kembagkan Daya Imajinasi Anak

Membuat anak kreatif dan inovatif memang bukanlah hal yang mudah. Meskipun demikian tidak boleh orangtua menyerah begitu saja. Karena dengan daya imajinasi yang tinggi, maka akan terdapat rasa dari diri anak.

Keinginan dalam diri anak akan tergerak, dan akan lebih mudah berekspresi apabila diberikan ruang untuk anak berimajinasi. Dengan demikian, kondisi demikian akan sangat memudahkan anak untuk selalu mengembangkan pola kreativitas hingga membuat anak kreatif dan inovatif.

  1. Bimbinglah Anak Berkreasi Menurut Usianya

Dengan usia yang tepat dan terarah, maka orang tua dapat memberikan daya ekspresi lebih untuk dituangkan anak melalui kreasinya sendiri. Misalnya dalam membuat mainan sendiri, menggambar, membuat sesuatu dari benda-benda di sekitarnya, meniru berbagai bentuk ruang atau benda.

Namun demikian tetap dibimbing dan diarahkan dengan melihat usianya. Sehingga anak tetap berkreasi namun tidak membahayakan dirinya atau orang lain. Maksudnya berkreasi namun tidak menggunakan bahan atau benda-benda berbahaya. Misalnya soda, minyak, bahan mudah terbakar, bahan kimia, pisau, gunting, paku, korek api dan sebagainya.

Diarahkan pula untuk merapikan kembali mainan atau benda-benda setelah digunakan. Sehingga daya kreasinya akan tetap terkendali dengan pembiasaan yang baik. Perkembangan kreativitas anak sesuai usia akan membuat anak semakin mudah tanggap dan mengerti tentang tuangan daya ekspresinya tersebut.

  1. Selalu Menghargai Karya Anak

Saat orangtua membuat sesuatu, merajut syal misalnya, atau menonton video tutorial pembuatan tas dari kain perca atau mainan dari barang bekas, ajaklah anak memperhatikan. Selain mempererat kedekatan, hal itu dapat mendorong anak semakin kreatif dan inovatif.

Ketika anak membuat sesuatu, hargai karyanya dengan pujian atau penghargaan lainnya. Terlebih saat nak menyelesaikan tugasnya atau membantu orangtua. Misalnya mengambilkan sapu, mengambilkan sesuatu du kulkas dan sebagainya.

Bahkan saat anak mencoba membuat kapal terbang dari kertas, itu sudah suatu kerja keras bagi dia, maka pantaslah dihargai. Dengan demikian anak akan bangga dengan hasil kreasi dan inovasinya, sehingga memacu kreativitas berikutnya.

Nah, itulah tadi beberapa hal sederhana namun penting dilakukan orangtua untuk menjadikan anak selalu kreatif dan inovatif. Semoga bermanfaat! (*)

Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo, Tempuran,

Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?