Nasional

Sekolah Terdampak Gempa Diminta Aktifkan Kembali Belajar Mengajar

MALUKU - Sekolah yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku dikunjungi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Mendikbud meminta semua sekolah yang terdampak gempa bumi di wilayah tersebut untuk kembali melakukan aktivitas belajar mengajar.

"Sekolah harus segera masuk, entah di mana nanti tempatnya. Jika perlu bantuan tenda, kami bantu secepatnya, ini ada Kepala Biro Umum yang akan membantu. Biar bisa dibenahi, dan ketika sekolah dibenahi, anak-anak harus tetap bersekolah," pesan Mendikbud saat berkunjung di SMA Negeri 4 Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, belakangan ini.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud didampingi Bupati Maluku Tengah, Tausikal Abua, dan jajaran satuan kerja pemerintah daerah Maluku Tengah. Dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hadir Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, dan sejumlah pejabat eselon II Kemendikbud.

Para kepala sekolah dan guru diminta untuk mengajak semua siswa agar dapat kembali melaksanakan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya. Pemerintah siap memberikan bantuan tenda dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan, jika proses belajar akan berlangsung di luar gedung sekolah.

Jika lama tidak bersekolah, menurut Muhadjir, anak-anak bisa kehilangan semangat belajar.

"Panggil anak-anak untuk sekolah lagi. Kalau dia lama tidak sekolah nanti jadi malas. Kita akan siapkan tenda kalau akan belajar di luar sekolah," kata Muhadjir.

Mendikbud meminta pemerintah daerah di Maluku dapat segera mengatur agar proses belajar mengajar dapat kembali bergulir.

Dari pantauannya di SMA Negeri 4 Salahutu, Muhadjir mengaku pembangunan sekolah tersebut baik, dan kerusakannya tidak terlalu parah. Namun pihaknya akan miminta tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengecek struktur semua sekolah yang terdampak gempa, sebagai data untuk perbaikan sekolah.

Sebagaimana diketahui, melansir dari cnnindonesia.com, gempa bumi, dengan kekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah Maluku pada Kamis (26/9) tercatat memakan korban meninggal dunia sebanyak 19 orang.

Korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah sejumlah 10 orang, di Kota Ambon berjumlah 7 orang dan Seram Bagian Barat 2 orang. Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang. Kesalahan terjadi saat identifikasi nama korban yang sebetulnya merujuk pada korban meninggal yang sama.

"Total meninggal dunia jadi 19 korban," ungkap BNPB melalui keterangan pers.

Selain itu, BNPB mencatat ada lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Rinciannya, lebih dari 100 korban luka di Desa Liang, lima korban luka di Kota Ambon dan satu korban luka di Desa Waisama.

Adapun kerugian materi akibat dampak gempa di Maluku, ada 171 unit bangunan yang terdiri dari sektor perumahan, fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran dan fasilitas umum lainnya. Salah satunya beberapa bangunan di Universitas Pattimura dan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

"Kerugian materi sebanyak 59 bangunan rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan," tulis BNPB. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?