Daerah

Satgas TPB Karhutla DKI Jakarta Bikin Ruang Kelas Tahan Asap di Jambi

JAMBI - Kebakaran hutan di wilayah Sumatra berdampak pada polusi udara. Asap yang mencemari udara mengganggu keberlangsungan hidup makhluk hidup, utamanya manusia.

Menyikapi hal tersebut, agar suasana pembelajaran di sekolah tidak terganggu polusi asap, Satuan Tugas Terpadu Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas TPB Karhutla) DKI Jakarta akan membuat ruang kelas tahan asap di 10 sekolah di Provinsi Jambi.

Untuk Kabupaten Muaro Jambi meliputi, SMP Negeri Satu Atap Sungai Gelam, SMP Negeri Satu Atap Petaling, dan SD Negeri 0421X Sakean.

Kemudian, untuk di Tanjung Jabung Timur masing-masing yaitu, SD Negeri 61X Talang Babat, SD Negeri 81X Pematang, serta SD Negeri 163X Catur.

Untuk tahap awal, pembuatan ruang kelas tahan asap tersebut akan di realisasikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 216, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

"Total ada 30 ruang kelas tahan asap yang kita buat di 10 sekolah," kata Komandan Regu Satgas TPB Karhutla, Vitus dilansir dari beritajakarta.id.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provinsi Jambi terkait keperluan bantuan tenaga dan pengamanan perlengkapan ruang kelas tahan asap.

"Masih dalam tahap persiapan pembuatan ruang kelas tahan asap dengan melibatkan Pramuka. Rencananya, akan ada tiga ruang kelas tahan asap yang dibuat di sekolah ini," ujarnya.

Vitus menjelaskan, Satgas TPB Karhutla DKI berencana membangun ruang kelas tahan asap di Kota Jambi dan di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Untuk di Kota Jambi masih ada empat sekolah yang akan dilengkapi dengan ruang kelas tahan asap. Masing-masing yakni, SD Islam Terpadu (SDIT) Asshiddiq Pasir Putih, SDIT An Nahl, dan SDIT Al Fallah," terangnya.

Di sisi lain, sekolah di Pontianak, Kalimantan Barat sempat diliburkan untuk mengurangi dampak asap pada anak. Namun, bukan berarti aktivitas dihentikan.

Sebuah ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak difungsikan menjadi Rumah Oksigen Muhammadiyah bagi warga Pontianak yang terdampak asap.

Pengaktifan rumah oksigen Muhammadiyah merupakan inisiasi dari relawan Muhammadiyah Kalimantan Barat. Tim medis MDMC Kalimantan Barat yang berasal dari perawat STIKES Muhammadiyah memberikan pelayanan.

Denny Haryanto, Sekretaris MDMC  Kalimantan Barat, menyatakan dalam menanggulangi kabut asap telah dilakukan koordinasi dengan lembaga, organisasi, dan amal usaha Muhammadiyah di bawah PWM Kalimantan Barat.

“Selain memberikan pelayanan melalui rumah oksigen dan pembagian masker, MDMC Kalimantan Barat bersama pemadam kebakaran dan BPBD juga turut serta memantau lokasi titik api dan berkoordinasi dengan pemerintah terkait mitigasi bencana karhutla,” tuturnya dilansir dari suaramuhammadiyah.id.

Sebagai upaya mengoptimalkan penanganan dampak asap karhutla, MDMC PP Muhammadiyah menerjunkan Tim Asistensi ke Riau dan Palangka Raya. Tim asistensi ini juga bertugas mengkoordinasikan sumber daya Muhammadiyah di lokasi terdampak karhutla. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?