Advertorial Inovasi

Terobosan Program Outdoor Activity dari SMP N 1 Magelang

MAGELANG  - Kegiatan belajar mengajar tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah semata, namun juga bisa dilaksanakan di luar area sekolah. Salah satunya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Magelang Jawa Tengah yang melaksanakan kegiatan outdorr activity, sebuah pembelajaran di luar sekolah yang terdiri dari Visit Factory, Social Activity dan Career Day. 

Kepala SMP N 1 Kota Magelang Nurwiyono S.N, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program rutin tahunan sekolah untuk mengisi kegiatan jeda semester. Teknis kegiatannya diserahkan kepada orang tua siswa yang tergabung dalam Forum Komunitas Orang Tua (FKOT).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa SMP N 1 Kota Magelang yang didampingi oleh wali kelas dan wali murid perwakilan pengurus dari FKOT.

“Jadi saat ada rapat FKOT, kita membuatkan program dan silahkan mau dikemas seperti apa. Tergantung dari link yang ada di FKOT, orang tuanya ada yang di Akmil, ya dibawa ke Akmil, RST. Atau orang tuanya ada yang punya link di bank ya dibawa ke bank. Hal itu memanfaatkan jejaring yang ada,” kata Nurwiyono.

Ia menjelaskan, untuk siswa kelas VII agar punya wacana berkarir di bidang tertentu, maka dikelompokkan dalam Career Day seperti perbankan, direktur perusahaan atau Akmil.

Untuk siswa kelas VIII dikelompokkan dalam social activity. Bidang itu lebih kepada rasa empati dan peduli kepada orang lain dengan mengunjungi tempat seperti di Sekolah Luar Biasa (SLB), panti asuhan, rumah sakit, panti jompo dan pondok pesantren. Sedangkan untuk kelas IX ialah Visit Factory lebih ke perusahaan atau instansi.

“Jadi ini merupakan pembelajaran outdoor, di luar kelas, yang namanya belajar tidak harus di sekolah atau kelas. Ketika mendapatkan suatu ilmu, mendapatkan suatu pengalaman yang bermanfaat di luar, kemudian bisa mencerna, menganalisis, men­-support dan memotivasi dirinya sendiri. Itulah pembelajaran,” jelasnya.

Tujuan dari kegiatan tersebut agar siswa mengetahui bagaimana sebuah institusi, mengetahui suatu menajemen di perbankan, mengetahui bagaimana berempati ketika memjumpai siswa lain yang belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain itu juga agar mengetahui kondisi sekolah yang terpencil jauh dari keramaian.

Target dari program ini, nantinya siswa harus bisa menyusun sebuah laporan. Siswa yang sudah terbagi kelompok di setiap kelasnya, menuangkan dalam bentuk laporan dari hasil kunjungannya.

Hasil laporan semacam karya tulis tersebut nantinya dipresentasikan di depan kelas. Laporan terbaik dari perwakilan kelas akan difinalkan dan sekolah akan memberikan reward kepada kelompok siswa dengan laporan terbaik.

Ketua Komite SMP N 1 Kota Magelang H. Sa’dun, SE., MM menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut merupakan ide yang cemerlang karena manfaatnya sangat besar.

“Siapa tahu nanti anak-anak bisa menjadi direktur perusahaan, direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ini harapan dari orang tua semuanya, mudah-mudahan ini bisa tercapai. Saya yakin kalau cita-cita itu dipegang inshaallah akan tercapai,” katanya.

Salah satu pengurus FKOT Suryaning menambahkan, kegiatan ini bagus untuk mendidik anak-anak. Mungkin nanti kalau anak-anak dibawa ke pondok pesantren yang fasilitasnya masih minim, bisa menimbulkan empati dari anak-anak.

“Kalau saya sebagai orang tua sangat setuju jika kegiatan ini dilaksanakan terus menerus,” kata Suryaning. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?