Daerah

Merajut Persatuan di Pameran Kesejarahan Museum Nasional

MAGELANG  -  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Pameran Kesejarahan se-Jawa Tengah di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Jalan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo No. 37 Magelang, Jawa Tengah. Pada tahun ini, Kota Magelang mendapat giliran sebagai tuan rumah diselenggarakannya acara tersebut mulai Kamis - Senin (19 - 23/09/2019). Pameran Kesejarahan ini mengambil tema Merajut Persatuan Bangsa Melalui Museum.

"Peserta yang ikut pameran ini ada 28 museum,” kata Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Agung Kristiyanto, S. Sos.

Agung menjelaskan, maksud dan tujuan diadakannya pameran ini, untuk menyampaikan informasi peristiwa dan peninggalan sejarah yang terjadi di Jawa Tengah pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Tujuan lain yaitu mendekatkan beberapa museum dengan masyarakat di suatu tempat. Serta, merajut persatuan bangsa dengan mengembangkan dan mengingatkan pada nilai sejarah.

“Karena Presiden kita yang pertama Bapak Soekarno, Jas Merah, jangan lupa dengan sejarah. Karena seseorang atau bangsa yang melupakan sejarahnya, atau ibarat manusia yang melupakan masa lalunya, adalah manusia yang tidak sehat,” tuturnya.

Tidak hanya dari Jawa Tengah. Museum dari provinsi lain juga turut serta meramaikan acara itu. Seperti dari Kalimantan Selatan, Jambi, DKI Jawa Barat dan DIY. Acara dibuka untuk umum sehingga masyarakat bisa ikut menikmati pameran.

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun. Disdikbud melangsungkan acara ini dengan sistem lokasi penyelenggaraan digilir dari daerah - daerah di Jawa Tengah.

“Harapan dari acara ini, utamanya untuk anak didik dan masyarakat agar tahu, ternyata banyak sekali khasanah dari berbagai museum di Indonesia. Ada perjuangan dan sebagainya bisa diketahui oleh masyarakat, utamanya Kota Magelang,” imbuh Plt Kepala Diskdikbud Kota Magelang, Drs. Agus Sujito.

Pada kesempatan itu, Disdikbud Kota Magelang menampilkan berbagai kesenian untuk mengisi acara. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh Kota Magelang karena sebagai tuan rumah.

Para siswa dari berbagai sekolah ikut mengisi hiburan, mulai dari seni tari dan bernyanyi secara bergiliran. Yospan, kesenian tari khas Papua yang cukup populer juga salah satu seni tari yang ditampilkan.

“Saat pembukaan acara berlangsung, kami menampilkan tarian dari anak – anak Papua yang memang sekolah di wilayah Magelang,” jelasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?