Taufik Novantoro, guru Matematika SMP Negeri 1 Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. l foto: gtk.kemendikbud.go.id

Tokoh

Kiprah Taufik, Guru Berdedikasi Tingkat Nasional


Siedoo, Juara I Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 kategori lomba Guru SMP Berdedikasi diraih oleh Taufik Novantoro. Ia merupakan guru Matematika SMP Negeri 1 Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Taufik menceritakan jauhnya jarak di tempatnya berkiprah. Jalan untuk menuju sekolah tergolong susah. Dari rumahnya, ke SMP itu, satu kali jalan 17,8 km, pulang-pergi sekitar 35 km.

Kemudian dari rumah ke kota kabupaten itu sejauh 96,5 km. Dan ke kota provinsi dari rumahnya sejauh 776 km.

“Jadi ditempuh dalam perjalanan 10-13 jam,” akunya dilansir dari gtk.kemdikbud.go.id.

Taufik sendiri percaya bahwa guru berdedikasi dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Baginya, guru berdedikasi merupakan guru yang mengabdikan diri dan mampu bertahan, tidak mengeluh terhadap kondisi yang ada di daerahnya.

“Saya berusaha untuk mendedikasikan diri berjuang sebagai guru. Karena guru agen perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Adapun dedikasi yang coba dilakukan Taufik yakni dengan mengaktifkan kegiatan literasi di masyarakat.

“Dedikasi saya pada kegiatan ini adalah dedikasiku merupakan pengabdian sebagai pejuang dan pegiat literasi.

Dijelaskan, kegiatan taman bacaan masyarakat (TBM) yang sudah dibangun selama 2 tahun di Kabupaten Sukamara, merupakan satu-satunya TBM yang terdaftar di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dari situlah, ia berusaha memotivasi, untuk mengajak masyarakat, kemudian menginspirasi anak-anak yang ada di sekitar daerahnya untuk mari belajar, membaca buku, belajar menulis dan membuat buku.

“Nah dari ini maka saya harapkan agar kegiatan literasi, kemudian kegiatan pembelajaran yang ada di kabupaten Sukamara ini bisa menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Taufik juga percaya melalui penguatan TBM, nanti muaranya pada pembentukan sumber daya manusia unggul.

Taufik mencoba berjuang sebagai guru yang paling cocok itu menggunakan TBM. Di sekolah tersebut belajar cuma selama 5-6 jam, sisanya berada di rumah. Pihaknya coba untuk menguatkan anak-anak, masyarakat di TBM yang sudah ia kelola.

“Dari itu dapat menciptakan bibit-bibit yang unggul, karena orang cerdas, orang pintar, orang unggul itu dapat dicapai dengan membaca buku, dengan berliterasi,”pungkasnya.

Pada tahun sebelumnya kriteria guru berdedikasi adalah guru khusus yang hanya mengajar di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Untuk tahun ini standar guru berdedikasi tidak hanya guru dari daerah 3T saja tetapi bisa juga guru dari daerah lain di Indonesia yang dinilai memiliki kondisi menantang dalam lingkup pengabdiannya.

Seperti guru di daerah pegunungan yang harus menempuh perjalanan jauh menuju peserta didik. Atau wilayah tertentu dimana masyarakatnya belum terbuka untuk mengizinkan anak-anak mereka bersekolah dan guru di daerah tersebut berinisiatif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pendidikan bagi generasi penerus bangsa. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang