SMK Widyagama. (foto: jatimtimes.com)

Daerah

Siswa yang Numpang di SMK Widyagama Dicarikan Tempat Lebih Layak


MALANG - Siswa yang menginap di sekolahnya, SMK Widyagama, Kota Malang, Jawa Timur mendadak menghebohkan jagat maya dua hari belakangan ini. Sebut saja A, ia terpaksa tinggal di ruang UKS karena tidak punya tempat tinggal.

Mengetahui hal tersebut, pihak sekolah akan merapatkannya agar kedepan bisa tinggal ke tempat yang lebih layak.

“Sebagai alternatif sementara, kita minta tidur di UKS. Sebelum nanti, kita bawa ke tempat lebih layak," kata Kepala SMK Widyagama Wawan Suliyadi dilansir dari detik.com.

Diceritakan, A sudah lama ditinggal kedua orang tuanya. Ia kelahiran Surabaya 16 tahun silam dan merupakan anak tunggal.

"Domisili kedua orang tuanya di Bali,” singkatnya.

A tinggal terakhir mengontrak rumah di kawasan Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang. Ketika duduk di kelas 3 SMP, sudah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya.

“Dia merupakan siswa baru, masih kelas 10 jurusan teknik komputer jaringan," kata Wawan.

Wawan mulai menceritakan bagaimana perjalanan A hingga sampai menginap di sekolah. Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, A harus hidup berpindah-pindah seorang diri.

Terakhir, A bertemu dengan seseorang yang kemudian membawanya pulang. Ketemu dengan orang namanya Angga, tahu tidur di masjid dibawa pulang.

“Tinggal bersama Pak Angga masih lulus SMP dan di sekolahkan di sini (SMK Widyagama)," beber Wawan.

"Dan kebetulan, adik bungsu Pak Angga itu ternyata teman sekolah A di SMP. Mereka saling mengenal, makanya di sekolahkan di sini, bareng bersama adiknya itu. Tapi beda jurusan," sambung Wawan.

Cerita langsung didapatkan Wawan dari A maupun Angga. Dulu, Angga pernah menjadi anak didiknya kala mengenyam pendidikan SMK.

Sementara kedua orang tua A mendadak pergi tanpa pamit. Karena rumah terkunci, A terpaksa tidur di masjid. Pengalaman pahit kembali dialami A ketika tidak bisa lagi tinggal bersama Angga di Jalan Candi Badut, Kota Malang.

"Pak Angga kan ikut orang tua. Banyak pergunjingan dalam keluarga. Sehingga A tidak bisa lagi tinggal di situ. Makanya kemarin tidak pulang, sampai kemudian diketahui para guru," ujar Wawan.

A numpang di sekolah sudah lama ditinggal pergi kedua orang tuanya. Mereka tega meninggalkan anak semata wayangnya karena terlilit banyak utang.

“Kata anaknya, orang tuanya pergi karena usahanya tengah ada masalah hingga banyak hutang. Tetapi dia, tidak menyimpan dendam karena marah. Malah justru rajin mendoakan orang tuanya,” ujar Wawan.

“Kalau Minggu, rajin ke gereja. Katanya untuk mendoakan orang tuanya agar masalahnya cepat selesai. Kalau kami melihat, tidak ada kemarahan atau dendam kepada orang tuanya,” sambung Wawan.

Untuk seluruh kebutuhan siswa A, sementara akan ditanggung oleh sekolah.

"Sekarang kita cover. Nanti akan ada perundingan lagi. Kalau ke asrama diurus asrama. Tinggal berapa per bulannya nanti," katanya dilansir dari tribunnews.com.

Ada pun untuk sekolahnya, siswa tersebut tidak harus bayar. Sebab, siswa itu masuk melalui jalur beasiswa penuh hingga lulus. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang