Nasional

JK : HMI Harus Kedepankan Nilai-nilai Akademik sebagai Aktualisasi Tujuan

JAKARTA - Kedepan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus mengedepankan nilai-nilai akademik sebagai aktualisasi tujuan HMI. Selain itu juga mendorong kader-kader untuk menjadi enterpreneur. Ukuran keberhasilan HMI yaitu seberapa jauh ia mampu mencapai tujuannya.

"Diantaranya terciptanya insan akademis dalam artian memiliki pemahaman keilmuan yang baik, insan pencipta melalui research-research ilmiah dan pembukaan lapangan kerja. Serta insan pengabdi dalam artian memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” kata Wakil Presiden H.M Jusuf Kalla saat menyambut kedatangan Pengurus Besar (PB) HMI dan perwakilan-perwakilan dari cabang serta Badko HMI se-Indonesia di Istana Wakil Presiden RI.

Wakil Presiden menyambut baik kedatangan PB HMI dan perwakilan-perwakilan dari cabang serta Badko HMI se-Indonesia. Jusuf Kalla juga pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Makassar periode 1965-1966.

Ia menekankan pentingnya penguatan lembaga-lembaga keprofesian seperti lembaga teknologi ataupun lembaga dakwah yang berada dalam naungan HMI. Sebab, apabila seorang kader HMI tidak memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, dapat diombang-ambing oleh jaman.

“Aktivitas HMI juga jangan monoton. Orang-orang akan tertarik bergabung dengan HMI ketika HMI mampu memberikan kebermanfaatan. Apalagi saat ini dunia telah mengalami banyak perubahan. Sehingga, kader-kader HMI pun harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman,” jelasnya.

Kunjungan kader HMI ke Wapres ini dilakukan dalam rangka silaturahmi, dan penyampaian hasil-hasil Pleno II PB HMI, mengingat H.M. Jusuf Kalla juga merupakan seorang alumni HMI. Dalam kesempatan ini, PJ Ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Hardy menyampaikan beberapa poin penting hasil Pleno II PB HMI.

Diantaranya pemecatan RSA sebagai kader HMI, dan pengerucutan kandidat tuan rumah kongres PB HMI ke-31 menjadi Solo, Bandung, Malang, Jember, dan Pontianak. Nantinya kandidat tuan rumah kongres ini akan diverifikasi oleh tim verifikasi yang dibentuk oleh PB HMI.

“Kedepan juga PB HMI diharapkan mampu menyesuaikan dengan pola-pola perkembangan jaman, mengingat perkembangan teknologi ini mendorong kita untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Belum lagi disrupsi yang mengharuskan kita mempelajari banyak skill-skill baru dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks,” urainya.

Pertemuan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Peserta notabene menanyakan pandangan Jusuf Kalla perihal berbagai kondisi bangsa yang berkembang belakangan ini, maupun kondisi-kondisi di beberapa daerah.

Acara kemudian dilanjutkan sesi foto bersama yang diadakan di halaman Istana Wakil Presiden. Setelah foto bersama, PJ Ketua Umum PB HMI juga menyerahkan cinderamata sebagai kenang-kenangan kepada H.M. Jusuf Kalla. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?