Nasional

Pendidikan Teknologi Mempercepat Peningkatan Kualitas Manusia

JAKARTA Presiden sangat antusias menanggapi perkembangan industri pendidikan daring berbasis teknologi (edtech). Presiden menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

“Salah satunya melalui pendidikan berbasis teknologi, dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Dengan bantuan teknologi, peningkatan kualitas manusia dapat dipercepat sepuluh hingga dua puluh kali lipat dengan cara yang efisien,” kata Co-founder dan CEO Zenius Education Sabda Putra Subekti. 

Ia menyampaikan itu saat memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Sabda tergabung dalam rombongan Inovator 4.0 yang dipimpin Budiman Sudjatmiko untuk menyampaikan gagasannya mengenai potensi percepatan pembangunan SDM, melalui pendidikan daring berbasis teknologi.

Pertemuan tertutup tersebut membahas rencana pemerintah dalam membangun SDM Indonesia lima tahun ke depan. Menurut Sabda, pemerintah sangat terbuka dan memberikan dukungan yang sangat positif terhadap gerakan-gerakan inovatif dan industri kreatif untuk mengembangkan kualitas manusia Indonesia dengan bantuan teknologi.

“Dengan dukungan dan bantuan dari pemerintah, yakin bahwa upaya industri edtech untuk memberikan dampak sosial yang positif di masa depan dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Apa yang disampaikan itu senada dengan yang disampaikannya ketika menjadi narasumber di Edtech Asia Summit yang diselenggarakan di Singapura pada awal Agustus lalu. Di acara tersebut, Sabda yang juga merupakan ketua Indonesia Education Technology Association (INETA) bersama dengan Amanda Witdarmono, Chief of Education Initiatives Zenius Education menyatakan bahwa platform digital memudahkan akses perolehan dan peningkatan kemampuan pelajar serta orang dewasa. Serta dapat memperbanyak pelatihan kejuruan berbasis industri yang bisa disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik.

“Tantangan yang ada terhadap pendidikan Indonesia saat ini adalah rendahnya kemampuan literasi dan numerik yang tercermin dari skor PISA dan PIAAC dibandingkan dengan negara-negara lain. Kondisi tersebut ironis, karena setelah Indonesia mampu mengembangkan ekonominya hingga menjadi bagian dari G20, kualitas pendidikannya masih tertinggal amat jauh dibandingkan negara-negara berkembang sekalipun,” ungkapnya.

Di sisi lain, menurut Sabda, kualitas pendidikan yang idealnya dihasilkan bukan saja hanya berfokus pada kemampuan kognisi para peserta didik yang berfokus pada penalaran dan pemikiran saintifik. Namun juga peningkatan dalam aspek lainnya. Seperti empati, afeksi, dan toleransi.

“Dengan demikian, Indonesia tetap menjalani mandat dari para bapak bangsa bahwa pendidikan itu tidak hanya mempertajam wawasan. Tetapi juga memperhalus perasaan,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?